Semen Padang Kembali Gelar Mudik Gratis Mentawai-Padang

persen

lebaran-2026:-pt-semen-padang-kembali-fasilitasi-mudik-gratis-mentawai-padang
Lebaran 2026: PT Semen Padang Kembali Fasilitasi Mudik Gratis Mentawai-Padang

Padang – PT Semen Padang kembali menggelar program mudik gratis bagi masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Program ini menyediakan rute Padang–Kepulauan Mentawai dan sebaliknya.

Bekerja sama dengan PT PELNI, mudik gratis bertema “Mudik Aman Berbagi Harapan” ini akan berlangsung pada 16–19 Maret 2026.

Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 68 akan digunakan untuk mengangkut para pemudik.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Tujuannya adalah membantu masyarakat mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, terutama bagi warga Kepulauan Mentawai.

“Untuk kuotanya disediakan sebanyak 700 penumpang,” kata Win, Selasa (10/3/2026).

Win menambahkan, program ini juga bertujuan meringankan beban biaya perjalanan masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Ia berharap masyarakat, khususnya yang berada di Kepulauan Mentawai, dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tanpa biaya.

“Kami juga berharap program mudik gratis ini dapat mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan pada momentum Hari Raya Idulfitri,” ujar Win.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menambahkan bahwa program mudik gratis ini merupakan yang kelima kalinya diselenggarakan PT Semen Padang.

Sebelumnya, perusahaan juga mengadakan program serupa pada 2018 dan 2019.

Namun, karena pandemi Covid-19, program ini sempat dihentikan sementara dan kembali digelar pada 2024 dengan rute mudik Dumai–Padang, serta pada 2025 dengan rute Padang–Mentawai–Padang.

“Jadi, untuk rute Padang–Mentawai–Padang, ini merupakan yang keempat kalinya kami selenggarakan,” kata Idris.

Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, menuju Pelabuhan Tuapejat, Kepulauan Mentawai pada 16 Maret 2026.

Rute persinggahan meliputi Labuhan Bajau, Sikabaluan, Muara Saibi, dan Siberut.

Perjalanan kembali dari Mentawai menuju Padang dijadwalkan pada 18 Maret 2026.

Untuk memaksimalkan program ini, pihaknya telah menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat Mentawai, termasuk kepada Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai.

Pendaftaran telah dibuka sejak 6 Maret 2026.

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring dengan memindai kode QR pada brosur resmi yang telah disebarkan di sejumlah pelabuhan.

Atau, melalui kontak resmi mudik gratis PT Semen Padang di nomor 0821-1699-0707.

“Kami berharap program ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan,” kata Idris.

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengapresiasi inisiatif PT Semen Padang yang kembali menyediakan fasilitas mudik gratis bagi warga Mentawai.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang yang kembali menyelenggarakan mudik gratis bagi masyarakat Mentawai,” kata Rinto.

Ia menambahkan, jumlah warga yang ingin pulang kampung saat Lebaran sangat banyak, sehingga program ini sangat membantu dan ditunggu-tunggu oleh warga.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah mengeluarkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi seluruh ASN di Mentawai.

Kebijakan ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan pulang kampung lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan menjelang Lebaran.

“Kebijakan ini mulai diberlakukan pada 11 Maret 2026,” ujarnya.

Ia berharap keberangkatan pemudik dapat dilakukan secara bertahap sehingga standar keselamatan transportasi laut tetap terjaga.

Program mudik gratis PT Semen Padang ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-6 Pemerintah Republik Indonesia.

Yaitu, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan untuk meningkatkan konektivitas nasional, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Rekomendasi