MPMX Bagikan Dividen Rp451 Miliar, Setara 97 Persen Laba Bersih

persen

Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 451,89 miliar atau setara dengan Rp 170 per lembar saham. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025.

Alokasi dividen tersebut mencakup 97,83 persen dari total laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp 461,89 miliar. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp 10 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib perusahaan.

Besaran dividen ini memberikan dividend yield sebesar 16 persen berdasarkan harga saham MPMX pada penutupan perdagangan Senin, 25 Juni.

Berikut adalah jadwal pembagian dividen MPMX:

Tanggal efektif: 26 Mei 2026.
Tanggal cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 8 Juni 2026.
Tanggal ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 9 Juni 2026.
Tanggal cum dividen pasar tunai: 10 Juni 2026.
Tanggal ex dividen pasar tunai: 11 Juni 2026.
Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen: 10 Juni 2026.
Tanggal pembayaran dividen: 25 Juni 2026.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai berkelanjutan kepada pemegang saham. Hal ini juga sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah tantangan industri.

“Peningkatan dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang perseroan,” ujar Suwito.

Ia mengakui bahwa industri otomotif dan mobilitas nasional sepanjang tahun lalu diwarnai berbagai tantangan, seperti penurunan daya beli masyarakat, tekanan pada sektor pembiayaan kendaraan, serta normalisasi permintaan di sejumlah segmen bisnis.

Untuk merespons kondisi tersebut, MPMX menerapkan strategi yang lebih selektif dengan mengutamakan kedisiplinan operasional serta efisiensi biaya. Perseroan juga terus melakukan optimalisasi portofolio bisnis dan pengelolaan risiko yang prudent demi menjaga kinerja tetap sehat.

“Kami terus berfokus pada disiplin operasional, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio bisnis guna menjaga kualitas kinerja dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tutup Suwito.

Rekomendasi