Jakarta – Pemerintah resmi menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Kebijakan yang akan mulai diuji coba pada 1 Juni 2026 ini bertujuan untuk mengamankan devisa negara sekaligus membenahi tata kelola perdagangan komoditas unggulan Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk menutup celah kecurangan dalam transaksi perdagangan internasional.
“Sekali lagi, ini adalah memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Tujuannya untuk mencegah praktik under invoicing, transfer pricing, dan terkait dengan pelarian devisa hasil ekspor,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5).
Pada tahap awal, sistem satu pintu ini akan menyasar tiga komoditas utama, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Ketiga komoditas tersebut merupakan tulang punggung ekspor nasional yang pada 2025 menyumbang nilai hingga USD66,13 miliar atau 23,4% dari total ekspor Indonesia.
Pemerintah memastikan masa transisi akan berjalan fleksibel. Selama tiga bulan pertama, eksportir tetap dapat menjalankan kegiatan ekspor seperti biasa, namun diwajibkan melaporkan dokumen aktivitasnya secara elektronik melalui sistem yang terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Evaluasi berkala akan dilakukan selama masa transisi tersebut sebagai acuan penyempurnaan sistem. Pemerintah menargetkan mekanisme ekspor melalui DSI ini sudah berjalan penuh paling lambat pada 1 Januari 2027.
Airlangga menambahkan, kebijakan ini dirancang agar tidak mengganggu arus barang maupun kontrak dagang yang sudah berjalan. Pemerintah menjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha agar iklim investasi tetap kondusif.
“Dengan kebijakan tata kelola ekspor yang baru ini, langkah implementasi telah disiapkan. Dan diharapkan, memastikan bahwa setiap nilai ekspor strategis memberikan manfaat nyata untuk mendorong perekonomian dan juga diperuntukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” pungkasnya.






















