Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan berkat platform kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, Megarock, yang dikembangkan bersama Amazon Web Services (AWS). Langkah ini dinilai strategis untuk mentransformasi MTDL menjadi penyedia solusi digital berbasis AI, bukan hanya sekadar distributor teknologi.
Menurut Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, Megarock bukan hanya produk baru, tetapi sebuah pivot strategis untuk memperkuat segmen Solusi dan Konsultasi (Solutions & Consulting) yang menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan.
“Ini bukan cuma nambah produk, tapi upgrade positioning MTDL,” tegas Wafi. Kolaborasi dengan AWS dalam GenAI berpotensi meningkatkan *recurring income*, terutama dari *managed services* yang menawarkan margin lebih tinggi.
Penguatan portofolio AI dan cloud diyakini akan meningkatkan struktur margin MTDL pada tahun 2026. Wafi menjelaskan, bisnis distribusi perangkat keras memberikan volume pendapatan besar, namun dengan margin tipis. Sebaliknya, layanan AI dan cloud menjanjikan margin yang lebih besar.
Pertumbuhan pendapatan diperkirakan stabil di kisaran *double digit*, namun laba bersih berpotensi tumbuh lebih tinggi seiring kontribusi bisnis dengan margin tinggi yang semakin besar.
Dari sisi persaingan, MTDL memiliki posisi yang kuat dibandingkan emiten teknologi sejenis. Keunggulan MTDL terletak pada basis klien korporasi yang luas, jaringan distribusi yang mapan, dan arus kas operasional yang solid. Hal ini memungkinkan investasi di teknologi AI tanpa pendanaan eksternal yang agresif.
“Berbeda dengan startup teknologi yang masih *burn cash*, MTDL punya *cash flow* kuat,” imbuh Wafi. Kemitraan strategis dengan AWS juga menjadi penghalang bagi kompetitor untuk meniru.
Dari sisi valuasi, saham MTDL dinilai masih *undervalued* dibandingkan potensi pertumbuhan bisnis berbasis AI di masa depan. Sebagai emiten teknologi yang profitabel dan rutin membagikan dividen, peluang *rerating* terbuka lebar jika kontribusi pendapatan dari AI mulai terlihat signifikan dalam laporan keuangan.
“Valuasinya masih wajar. Kalau revenue dari AI mulai material, pasar bisa memberikan valuasi yang lebih tinggi,” pungkas Wafi.

























