Harga Minyak WTI dan Brent Melemah Menanti Kepastian Negosiasi AS–Iran

persen

Jakarta – Harga minyak mentah dunia mengalami pelemahan seiring dengan munculnya sinyal baru terkait perundingan geopolitik di Timur Tengah. Pasar merespons positif rencana pengiriman delegasi Iran ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dua minggu.

Mengacu pada data Trading Economics per Selasa (21/4) pukul 12.06 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 1,61% ke level US$ 86,01 per barel. Tren serupa juga dialami minyak Brent yang terkoreksi 1,14% ke posisi US$ 94,39 per barel.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa fluktuasi harga minyak saat ini masih sangat bergantung pada dinamika konflik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kerusakan fasilitas dan kilang minyak akibat perang telah menghambat pasokan global secara signifikan.

Lukman memproyeksikan harga minyak akan bergerak di kisaran US$ 80 hingga US$ 100 per barel dalam jangka pendek. Namun, ia memberi catatan bahwa jika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan, harga minyak berpotensi melonjak hingga menembus angka US$ 150 per barel.

Di tengah ketidakpastian arah tren harga, para investor disarankan untuk menerapkan strategi buy on weakness dan sell on strength guna memanfaatkan volatilitas pasar.

Sementara itu, bagi investor dengan profil risiko yang lebih agresif, akumulasi aset untuk jangka panjang dapat dipertimbangkan. Meski demikian, Lukman menekankan pentingnya bagi investor untuk terus memantau perkembangan geopolitik sebagai penentu utama pergerakan harga minyak ke depan.

Rekomendasi