Iran Tolak Negosiasi dengan AS di Bawah Ancaman

persen

iran-tegaskan-tolak-negosiasi-dengan-as-di-bawah-ancaman-di-tengah-ketegangan-selat-hormuz
Iran Tegaskan Tolak Negosiasi dengan AS di Bawah Ancaman di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Pantau – Iran menegaskan tidak akan duduk berunding dengan Amerika Serikat jika negosiasi berlangsung di bawah tekanan, di tengah memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz, Senin (20/4).

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan penolakan itu sekaligus mengkritik kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan blokade di jalur strategis tersebut.

Menurut Ghalibaf, langkah Washington itu melanggar gencatan senjata yang masih berlaku. Ia menyebut upaya menggunakan tekanan dalam perundingan sebagai bentuk pemaksaan.

Melalui platform X, Ghalibaf mengatakan pendekatan semacam itu bisa mengubah negosiasi menjadi “meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali perang.”

Di tengah kondisi tersebut, Iran disebut telah menyiapkan opsi militer baru jika gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan segera berakhir.

Ketegangan di kawasan ikut naik setelah AS mempertahankan blokade terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran sejak pekan lalu.

Di sisi lain, Trump mengumumkan rencana mengirim perwakilan ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi, meski Iran belum memastikan keikutsertaannya.

Washington juga memperingatkan akan menargetkan infrastruktur Iran apabila Teheran tidak memenuhi persyaratan yang diajukan.

Situasi semakin rumit setelah Iran sempat membuka Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim, namun kembali membatasi pergerakan kapal dengan alasan kewajiban AS belum dipenuhi.

Sebelumnya, pertemuan langsung tingkat tinggi antara AS dan Iran di Islamabad pada 11-12 April berakhir tanpa kesepakatan.

Rekomendasi