Jakarta – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) akan melakukan penghentian operasional sementara pada fasilitas Banggai Ammonia Plant (BAP). Langkah ini dilakukan guna menjalani pemeliharaan terjadwal (pre-scheduled plant maintenance) di pabrik yang dikelola anak usahanya, PT Panca Amara Utama.
Pemeliharaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima pekan, terhitung mulai 6 Mei 2026. Meski penghentian ini akan menyebabkan penurunan volume produksi amoniak, perusahaan memastikan langkah ini sebagai upaya menjaga keandalan dan kinerja optimal fasilitas produksi jangka panjang.
Corporate Secretary ESSA, Shinta D.U. Siringoringo, dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/4), menegaskan bahwa agenda perawatan fasilitas ini telah direncanakan sebelumnya.
“Rencana pemeliharaan terjadwal ini sejalan dengan apa yang telah kami sampaikan dalam Public Expose dan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2025,” ujar Shinta.
Sebagai informasi, Banggai Ammonia Plant merupakan fasilitas produksi yang menggunakan teknologi KBR Reforming Exchanger System & Purifier. Pabrik ini diklaim menjadi salah satu fasilitas pengolahan amoniak paling efisien di dunia.
Di sisi lain, ESSA mencatatkan kinerja keuangan yang menantang pada 2025. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$ 295,01 juta, turun 2,12 persen secara tahunan (year on year), dengan laba bersih yang terkoreksi 10,82 persen menjadi US$ 40,29 juta.
Meski demikian, respons pasar terhadap saham perusahaan tampak positif. Pada perdagangan Selasa (21/4) siang, harga saham ESSA menguat 5,84 persen ke level Rp 815 per lembar. Secara keseluruhan, saham emiten ini telah mencatatkan kenaikan sebesar 32,52 persen sepanjang tahun berjalan (year to date).




















