Arab Saudi – Sebanyak sekitar 1.600 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) disiapkan untuk melayani 221.000 jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026 di Arab Saudi.
Petugas haji diberangkatkan secara bertahap ke Tanah Suci, dimulai dari Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Madinah. Setelah itu, giliran Daker Makkah mulai bertugas usai kedatangan kloter pertama pada Rabu (22/4).
Dari total jamaah tersebut, 203.320 orang merupakan jamaah reguler dan 17.680 orang masuk kategori jamaah khusus. Seluruhnya diproyeksikan membutuhkan layanan optimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Untuk menjadi petugas haji, para calon PPIH harus melalui proses seleksi ketat yang dimulai sejak Desember 2025. Ribuan peserta dari berbagai latar belakang ikut bersaing, mulai dari tenaga medis, ASN, TNI/Polri, akademisi, hingga media.
Mereka yang lolos seleksi kemudian menjalani pendidikan dan pelatihan selama 30 hari. Rinciannya, 20 hari pelatihan tatap muka di Asrama Haji Pondok Gede dan 10 hari pelatihan secara daring.
Dalam masa pembekalan itu, para petugas dibekali kemampuan fisik, manajemen krisis, pemahaman fikih haji, serta pengetahuan tentang wilayah Arab Saudi. Bekal tersebut disiapkan agar mereka siap menghadapi kondisi ekstrem dan dinamika pelayanan jamaah.
“Melayani pengibadah haji bukanlah sekadar kewajiban administratif atau tugas negara yang dibayar, melainkan manifestasi dari ibadah yang paling mulia,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Petugas juga diharapkan mampu bekerja secara kolektif dengan mengutamakan pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.



















