Jakarta – Indonesia kini memiliki perwakilan strategis dalam peta kebijakan kebandarudaraan dunia. Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Mohammad Rizal Pahlevi, resmi terpilih menjadi anggota dewan (Board Director) di Airport Council International Asia-Pacific & Middle East (ACI APAC & MID).
Penunjukan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komite Nominasi ACI APAC & MID, Emmanuel Menanteau, pada 10 April 2026. ACI APAC & MID sendiri merupakan bagian krusial dari organisasi kebandarudaraan global, ACI World.
Posisi baru ini menempatkan Rizal Pahlevi sebagai pengambil kebijakan yang akan mewakili kepentingan strategis bandara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Ia bertanggung jawab dalam merumuskan standar, kebijakan, serta praktik operasional terbaik bagi bandara-bandara di wilayah tersebut.
Rizal Pahlevi memandang kepercayaan ini sebagai peluang emas bagi Indonesia untuk lebih vokal dalam menentukan arah kebijakan penerbangan global. Menurutnya, keterwakilan ini akan berdampak langsung pada pengembangan ekosistem bandara di tanah air.
“Kesempatan berada di jajaran dewan ACI APAC & MID menjadi momentum untuk memperkuat peran Indonesia dalam tatanan kebandarudaraan di tingkat regional dan global, serta pemastian pertumbuhan InJourney Airports dan memastikan arah transformasi bandara di Indonesia,” ujar Rizal dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Indonesia di Regional Governing Board ACI ini akan difokuskan pada beberapa aspek krusial. Hal ini mencakup peningkatan konektivitas, adopsi teknologi, pengalaman pelanggan, hingga isu lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan upaya transformasi yang tengah dijalankan Rizal di InJourney Airports. Saat ini, perusahaan tersebut mengelola 37 bandara di Indonesia, termasuk dua hub tersibuk yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta tercatat sebagai operator bandara terbesar keenam di dunia.



















