Jakarta – Pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan pada pekan terakhir Agustus 2025, dipicu oleh ketegangan politik domestik yang berujung pada demonstrasi besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,36 persen, bersamaan dengan aliran modal asing keluar (capital outflow) sebesar Rp 250 miliar.
Bank Indonesia (BI) mencatat, investor asing atau nonresiden melakukan jual neto di pasar keuangan domestik senilai Rp 0,25 triliun pada periode 25-28 Agustus 2025. Arus keluar ini didominasi oleh jual neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 10,79 triliun.
Meski demikian, pada periode yang sama, investor asing juga mencatatkan beli neto di pasar saham senilai Rp 2,62 triliun dan di Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 7,93 triliun. Ini menunjukkan adanya pergerakan modal yang beragam di tengah sentimen pasar.
IHSG sempat mencapai level tertinggi baru di 8.022 pada Kamis (28/8) sebelum akhirnya melemah dan ditutup di level 7.830,493. Pelemahan ini terjadi setelah situasi politik dalam negeri memanas, puncaknya adalah aksi demonstrasi besar di kompleks DPR sejak Kamis dan berlanjut hingga Jumat (29/8) malam.
Ketegangan politik meningkat setelah insiden tragis pada Kamis malam, ketika sebuah kendaraan taktis polisi melindas seorang sopir ojek online, Affan Kurniawan (21), yang berujung pada kematian. Peristiwa ini memicu gelombang protes massal sepanjang hari Jumat.
Di sisi lain, pasar mencatatkan beberapa sinyal positif. Kapitalisasi pasar justru meningkat 0,36 persen menjadi Rp 14.182 triliun dari Rp 14.131 triliun pada pekan sebelumnya. “Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini mengalami peningkatan, sebesar 8,80 persen menjadi 2,31 juta kali transaksi dari 2,12 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.
Secara kumulatif sepanjang tahun 2025 hingga 28 Agustus, investor asing tercatat melakukan jual neto Rp 48,01 triliun di pasar saham dan Rp 94,28 triliun di SRBI. Namun, mereka juga melakukan beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 76,44 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan, menegaskan Bank Indonesia terus menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujarnya.




















