Jakarta – Di tengah gelombang demonstrasi yang melanda Jakarta dan berbagai kota, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyerukan semua pihak untuk menahan diri. JK mengingatkan bahwa eskalasi kerusuhan dapat memicu dampak ekonomi yang meluas bagi masyarakat.
“Jika kota bergejolak seperti ini, maka kehidupan ekonomi akan berhenti. Ini bisa berakibat panjang,” tegas JK dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).
Pernyataan ini muncul seiring dengan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh. JK juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dalam demonstrasi di Jakarta, Kamis malam lalu. Ia mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
Lebih lanjut, JK menyoroti pentingnya pejabat publik dan anggota DPR untuk menjaga ucapan dan tindakan. “Ini menjadi pelajaran yang besar. Para pejabat, anggota DPR untuk menahan diri. Jangan asal bicara yang bisa menghina dan menyakiti hati masyarakat,” imbuhnya.
JK menekankan perlunya pemerintah mengambil kebijakan yang berpihak pada masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta menjaga kondisi tetap kondusif.
Situasi memanas setelah ratusan massa menyerbu kediaman sejumlah anggota DPR. Rumah Ahmad Sahroni (Komisi I), Eko Patrio (Komisi IV), dan Uya Kuya (Komisi XI) menjadi sasaran amuk massa. Ketiganya dianggap telah mengeluarkan pernyataan yang tidak sensitif terhadap keluhan masyarakat.





















