Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil menekan biaya dana (cost of fund) secara signifikan hingga mencapai 2,3 persen pada kuartal I 2026. Efisiensi ini didorong oleh keberhasilan perseroan dalam mengoptimalkan struktur pendanaan melalui peningkatan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).
Rasio CASA BRI tercatat naik menjadi 68,1 persen pada periode yang sama, dibandingkan dengan 65,8 persen pada kuartal I 2025. Capaian ini sekaligus menekan biaya dana dari sebelumnya 3,0 persen menjadi 2,3 persen, atau turun sebesar 65 basis poin.
Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menegaskan bahwa disiplin dalam pengelolaan likuiditas menjadi kunci utama efisiensi tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan kecukupan dana sekaligus mengoptimalkan kualitas struktur pendanaan perusahaan.
“Kami menjaga disiplin dalam pengelolaan likuiditas ini secara konsisten. Hal ini tidak hanya untuk memastikan kecukupan dana, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi biaya dana serta kualitas struktur pendanaan yang semakin optimal,” ujar Royadi.
Di sisi lain, BRI tetap menjaga fungsi intermediasi perbankan dengan mencatatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 86,7 persen hingga akhir Maret 2026. Royadi menilai angka tersebut berada pada posisi ideal, yakni tidak terlalu ketat namun cukup optimal untuk memacu penyaluran kredit ke depan.
Ketahanan finansial BRI juga didukung oleh permodalan yang sangat kuat. Hingga periode tersebut, Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan berada di angka 22,90 persen, jauh melampaui ketentuan minimum regulator.
Kondisi permodalan yang tebal ini memberikan ruang fleksibel bagi BRI untuk terus berekspansi, khususnya dalam menyalurkan kredit ke segmen UMKM dan pembiayaan produktif. Selain itu, modal yang kuat berfungsi sebagai bantalan (buffer) untuk menyerap potensi risiko ekonomi global.
“Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas dan ketahanan permodalan, sehingga BRI dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.





















