Dampak Konflik Global Memicu Lonjakan Pengangguran di Inggris

persen

pengangguran-di-inggris-melonjak,-lowongan-kerja-menyusut
Pengangguran di Inggris Melonjak, Lowongan Kerja Menyusut

London – Ketidakpastian geopolitik akibat konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) mulai memukul sektor ketenagakerjaan Inggris. Dampak ini terlihat dari lonjakan angka pengangguran serta minimnya ketersediaan lapangan kerja yang menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan tingkat pengangguran naik menjadi 5 persen pada periode tiga bulan hingga Maret, melampaui prediksi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan angka tersebut tetap stabil di 4,9 persen.

Pelemahan pasar tenaga kerja juga tercermin dari berkurangnya jumlah pekerja dalam daftar penggajian (payroll) sebanyak 100 ribu orang pada April, menjadi 30,2 juta orang. Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak puncak pandemi Covid-19 pada Mei 2020.

Direktur Statistik Ekonomi ONS, Liz McKeown, mengonfirmasi tren negatif tersebut. Ia menyebut pasar tenaga kerja Inggris saat ini sedang dalam kondisi rentan.

“Data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja tetap melemah, dengan lowongan kerja berada di level terendah dalam lima tahun dan pengangguran lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujar Liz McKeown.

Sektor ritel dan perhotelan menjadi yang paling terdampak. Pelaku usaha di kedua bidang tersebut terpaksa menahan perekrutan karena khawatir dengan kondisi ekonomi global. ONS mencatat lowongan pekerjaan di sektor ritel turun 7 ribu, sementara sektor perhotelan berkurang 11 ribu.

Kondisi ini turut memukul kelompok usia muda. Tingkat pengangguran bagi warga berusia 16 hingga 24 tahun melonjak hingga 16,2 persen, angka tertinggi yang tercatat sejak 2015.

Selain minimnya lowongan, pertumbuhan upah reguler juga melambat menjadi 3,4 persen pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Oktober 2020 dan hanya terpaut tipis dari laju inflasi.

Menteri Kerja dan Pensiun Inggris, Pat McFadden, mengakui bahwa konflik di Timur Tengah menjadi bayang-bayang serius bagi stabilitas pasar tenaga kerja domestik. Meski demikian, ia mencatat bahwa secara keseluruhan jumlah orang yang bekerja saat ini masih lebih tinggi 416 ribu dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, Bank of England telah memberikan peringatan dini terkait proyeksi ke depan. Dalam skenario dasar, tingkat pengangguran Inggris diprediksi bisa mencapai 5,5 persen pada 2027, bahkan berpotensi menyentuh 5,6 persen jika kondisi ekonomi global memburuk.

Rekomendasi