Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif setelah terperosok selama empat hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), IHSG melemah 1,98% atau terkoreksi 135,57 poin ke level 6.723,32.
Secara kumulatif, indeks telah tergerus hingga 5,2% sepanjang pekan terakhir. Tekanan jual yang masif ini dipicu oleh sentimen negatif dari proses rebalancing MSCI serta pelemahan nilai tukar rupiah yang signifikan.
Mayoritas sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut tertekan dalam perdagangan Rabu. Sektor barang baku memimpin penurunan sebesar 4,43%, disusul infrastruktur 2,72%, dan energi 1,61%. Pelemahan juga terjadi pada sektor kesehatan, teknologi, properti, keuangan, serta barang konsumsi.
Aksi lepas saham oleh investor asing turut mewarnai pasar dengan mencatatkan net sell sebesar Rp 1,53 triliun pada perdagangan hari Rabu. Meski begitu, jika dilihat dalam rentang satu pekan terakhir, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan net buy senilai Rp 9,17 triliun.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan net sell asing terbesar selama sepekan terakhir:
1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,46 triliun
2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 358,91 miliar
3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 332,52 miliar
4. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 277,99 miliar
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 275,99 miliar
6. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 274,02 miliar
7. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 193,19 miliar
8. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 180,23 miliar
9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 139,08 miliar
10. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 137,77 miliar





















