IHSG Diproyeksi Mendatar Saat Fed dan ECB Disorot

persen

ihsg-diproyeksi-bergerak-mendatar-pekan-ini-di-tengah-sorotan-kebijakan-moneter-global
IHSG Diproyeksi Bergerak Mendatar Pekan Ini di Tengah Sorotan Kebijakan Moneter Global

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan pekan 27-30 April 2026, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan investor akan memusatkan perhatian pada keputusan sejumlah bank sentral utama dunia, termasuk The Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ).

“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 7.000 pada pekan ini,” ujar Ratna.

Salah satu yang paling dinanti pasar adalah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Pada pertemuan itu, bank sentral Amerika Serikat diperkirakan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen.

ECB dan BoE juga diproyeksikan mempertahankan suku bunga masing-masing di level 2,15 persen dan 3,75 persen. Sementara itu, BoJ diperkirakan tetap menahan suku bunga di 0,75 persen meski inflasi di Jepang meningkat.

Selain kebijakan moneter, investor juga akan memantau sederet data ekonomi dari Amerika Serikat, mulai dari consumer confidence, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026, hingga indeks Personal Consumption Expenditures (PCE).

Sejumlah data dari Eropa, seperti PDB, inflasi, dan tingkat pengangguran, juga masuk dalam radar pasar.

Pada perdagangan pekan sebelumnya, bursa saham Eropa ditutup melemah. Adapun Wall Street bergerak bervariasi.

IHSG pada penutupan perdagangan Jumat terkoreksi 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Indeks LQ45 juga turun 3,51 persen.

Tekanan di pasar saham domestik mencerminkan masih kuatnya pengaruh ketidakpastian global terhadap pergerakan bursa.

Rekomendasi