IHSG Terkoreksi 144,43 Poin pada Perdagangan Kamis

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada perdagangan Kamis, 30 April 2026. Indeks ditutup terkoreksi dalam sebesar 144,43 poin atau 2,03 persen, sehingga parkir di level 6.956,80.

Tekanan jual yang masif mendominasi pasar sepanjang sesi perdagangan. Data Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 600 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 146 saham yang mampu menguat dan 213 saham sisanya stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 46,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,85 triliun dari 2,639 juta kali frekuensi transaksi.

Seluruh sektor saham kompak ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam dialami oleh sektor perindustrian sebesar 2,95 persen dan sektor infrastruktur sebesar 2,93 persen. Koreksi ini juga menyeret indeks LQ45 yang turun 14,80 poin atau 2,16 persen ke posisi 669,34.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menjelaskan bahwa anjloknya IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari pasar global maupun domestik. Penguatan dolar Amerika Serikat dan ketidakpastian suku bunga global memicu aksi capital outflow, sementara dari dalam negeri, isu terkait free float, HSC, serta rebalancing indeks memperparah tekanan jual.

Menurut Reydi, sikap investor saat ini cenderung defensif, yang ditandai dengan aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing. Kondisi ini diperkirakan berlanjut selama belum ada kejelasan mengenai arah kebijakan suku bunga global, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta kepastian regulasi pasar domestik.

Untuk jangka pendek, Reydi memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Meski demikian, ia menilai masih terdapat peluang terjadinya technical rebound di tengah sentimen pasar yang sedang menanti kepastian kebijakan.

Rekomendasi