Kemenhub Respons Isu Sepinya Wisatawan di Bali, Apa Solusinya?

persen

Denpasar – Kunjungan wisatawan ke Bali melalui jalur udara menunjukkan peningkatan tipis selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kenaikan sebesar 1,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama periode angkutan Nataru, dari 18 hingga 29 Desember 2025, tercatat 82.445 penumpang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 81.500 penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa tingkat keterisian penumpang pesawat cukup tinggi. Maskapai penerbangan juga telah menambah penerbangan (extra flight) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kemenhub mencatat telah menerbitkan 285 izin terbang (Flight Approval/FA) untuk extra flight dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dari jumlah tersebut, 267 penerbangan telah terealisasi.

Rute Jakarta-Denpasar mencatat tingkat keterisian (load factor) rata-rata 94 persen, dengan rincian 83 persen untuk kelas bisnis dan 94 persen untuk kelas ekonomi. Sebanyak 71 penerbangan tambahan (extra flight) telah dioperasikan pada rute ini.

Jumlah penerbangan Jakarta-Denpasar berkisar antara 32 hingga 45 penerbangan per hari. Penyesuaian operasional ini umum terjadi selama periode libur panjang.

“Kami memastikan layanan angkutan udara selama periode Nataru, termasuk dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berjalan dengan baik, aman dan lancar,” ujar Lukman.

Selain itu, Kemenhub mencatat adanya peningkatan pergerakan pesawat harian sebanyak 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total 467 penerbangan. Secara kumulatif, dari 18–28 Desember 2025, tercatat 4.787 penerbangan, naik 2,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pergerakan penumpang harian mencapai 82.445 penumpang, dengan total 768.949 penumpang selama periode 18–28 Desember 2025. Realisasi extra flight kumulatif mencapai 267 penerbangan. Tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) kumulatif sebesar 67,48 persen, dengan load factor kumulatif 74,05 persen.

Kondisi cuaca, banjir akibat curah hujan tinggi, dan penanganan sampah di Bali turut mempengaruhi dinamika kunjungan wisatawan. Namun, Kemenhub memastikan faktor-faktor tersebut tidak berdampak pada keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Pengawasan operasional terus kami lakukan, termasuk melalui kegiatan ramp check dan pengawasan tarif, agar layanan angkutan udara selama Nataru berjalan aman dan lancar,” pungkas Lukman.

Rekomendasi