Cirebon – Laba mengalir deras bagi para pedagang ikan dadakan di sepanjang jalur Pantura Cirebon-Indramayu. Menjelang malam tahun baru, mereka meraup untung jutaan rupiah dari kebiasaan masyarakat yang gemar bakar ikan.
Fenomena ini terlihat jelas di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, dimana lapak-lapak ikan segar berjejer di pinggir jalan, baik arah Cirebon menuju Indramayu maupun sebaliknya.
“Di sini biasa, setiap menjelang malam tahun baru banyak penjual ikan dadakan yang berjualan di pinggir jalan,” ujar Alisa, salah seorang pedagang ikan.
Berbeda dengan hari biasa, para pedagang ini sengaja mendekati jalan raya untuk menjaring pembeli yang melintas. Alisa mengaku sudah berjualan sejak sebelum Natal dan akan menutup lapaknya sekitar tanggal 2 atau 3 Januari.
Jenis ikan yang paling diminati adalah ikan kambing-kambing (Rp 25 ribu/kg), ikan talang (Rp 38 ribu/kg), dan ikan tongkol (Rp 25 ribu/kg). Namun, harga diprediksi akan melonjak menjelang malam tahun baru. Keuntungan yang diraup pedagang dadakan bisa mencapai Rp 20 juta selama 10-12 hari berjualan.
Peternak Entog dan Ayam Kampung Kebanjiran Pesanan
Tak hanya pedagang ikan, peternak entog dan ayam kampung pun ikut merasakan manisnya berkah tahun baru. Suganda, warga Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengungkapkan bahwa seluruh entognya ludes terjual.
“Entog saya sudah habis semuanya, dibeli,” katanya. Bahkan, tiga ekor entog yang tersisa pun sudah dipesan dan dibayar oleh pelanggan.
Entog, sejenis unggas yang dagingnya dikenal gurih dan kaya protein, menjadi primadona hidangan pedesan entog khas Cirebon saat malam pergantian tahun. Suganda menjual entog seberat 5 kg seharga Rp 300 ribu, sedangkan yang lebih ringan dijual Rp 250 ribu. Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa yang berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per ekor.
Selain entog, ayam kampung juga laris manis. “Sama seperti entog, tetangga yang punya ayam kampung juga nitip di sini untuk dijual bersama dengan ayam kampung milik saya,” imbuh Suganda.
Ayam kampung dengan berat sekitar 1,5 kg dijual seharga Rp 80 ribu per ekor, sedangkan yang lebih berat bisa mencapai Rp 100 ribu. “Kalau ayam kampung cuma 15 ekor. Semua sudah dibeli juga,” pungkasnya.





![[Foto] Royal heritage dinner Adeging Mangkunegaran ke-269](https://persen.id/wp-content/uploads/2026/05/0cf62d87195f7a475da9366c18a5842b.jpg)



















