JPO Stasiun Medan Ditutup, Penumpang KAI Bandara Dialihkan ke Jalan

persen

Medan – Mulai Jumat, 12 September 2025, seluruh akses masuk dan keluar penumpang di Stasiun Medan akan dipusatkan melalui pintu arah Jalan Jawa. Kebijakan ini menyusul penutupan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sebelumnya menghubungkan gedung lama dan area layanan KAI Bandara, sebagai bagian dari penataan fasilitas stasiun untuk pembangunan jalur layang dan pelebaran.

PT Railink, selaku pengelola KAI Bandara, telah melakukan sosialisasi intensif kepada para penumpang dan menyediakan informasi melalui perbaikan serta penambahan signage di area Stasiun Medan. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran alur penumpang dan meminimalisir kebingungan.

Direktur Utama PT Railink Porwanto Handry Nugroho menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. “Penutupan JPO ini merupakan bagian dari penataan fasilitas stasiun yang lebih luas, termasuk pembangunan jalur layang atau elevated track serta rencana pelebaran Stasiun Medan,” jelas Porwanto dalam keterangan tertulisnya.

Railink mengimbau penumpang untuk memesan tiket jauh-jauh hari guna memastikan ketersediaan tempat duduk. Penumpang juga disarankan memilih jadwal keberangkatan yang memberikan cukup waktu, yaitu minimal dua jam sebelum penerbangan domestik dan tiga jam sebelum penerbangan internasional.

Sepanjang delapan bulan pertama tahun 2025, KAI Bandara mencatatkan kinerja positif dengan mengangkut 4,6 juta penumpang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya mencapai 3,6 juta penumpang. Lonjakan ini menggarisbawahi meningkatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta bandara.

Medan menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan jumlah penumpang tersebut. Layanan KAI Bandara di Medan mengangkut 2,7 juta penumpang hingga Agustus 2025, melonjak tajam dari 1,7 juta penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan signifikan terlihat pada layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu, yang melonjak dari 314 ribu menjadi 1,1 juta penumpang.

“Layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai juga tetap menjadi favorit masyarakat dengan capaian 1,7 juta penumpang, naik dari 1,4 juta penumpang di tahun lalu,” tambah Porwanto.

Menurut Porwanto, pertumbuhan ini mencerminkan penerimaan KA Srilelawangsa sebagai moda transportasi andalan, baik untuk perjalanan menuju bandara maupun mobilitas harian di perkotaan. Peningkatan di Medan juga membuktikan bahwa integrasi transportasi publik yang baik memberikan dampak positif pada pilihan masyarakat.

“Kami akan fokus pada penguatan layanan serta pengembangan jaringan agar KAI Bandara semakin relevan dan menjadi pilihan utama pengguna transportasi publik,” tegas Porwanto.

Dengan pencapaian ini, KAI Bandara optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja yang semakin solid. Pembangunan jalur layang dan pelebaran Stasiun Medan diharapkan dapat mengoptimalkan integrasi layanan transportasi serta memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kereta api.

Rekomendasi