Muhammadiyah Sumbar Dorong Kader Terbaik Pimpin Pusat

persen

musypim-pwm-sumbar-dorong-bakhtiar-jadi-formatur-pp,-bidik-muktamar-muhammadiyah-di-ranah-minang
Musypim PWM Sumbar Dorong Bakhtiar Jadi Formatur PP, Bidik Muktamar Muhammadiyah di Ranah Minang

Sijunjung – Musyawarah Pimpinan (Musypim) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) telah usai. Forum tertinggi tingkat wilayah ini mendorong Ketua PWM Sumbar, Dr. Bakhtiar, masuk dalam jajaran Formatur PP Muhammadiyah pada Muktamar Muhammadiyah ke-49 mendatang.

Aspirasi ini muncul sebagai suara bersama dari unsur pimpinan wilayah hingga daerah. Dukungan kepada Bakhtiar menguat dan disepakati tanpa perdebatan dalam persidangan Musypim PWM Sumbar.

Sekretaris PWM Sumbar, Apris, menyebut dorongan ini lahir dari arus bawah. Kader di berbagai tingkatan menginginkan figur dari Ranah Minang hadir dalam struktur pimpinan pusat.

“Gayung bersambut, aspirasi tersebut langsung mendapat respons positif. Seluruh anggota Musypim menyepakati usulan tersebut secara aklamasi tanpa perdebatan,” ujar Apris, Selasa (10/2/2026).

Pengusulan Bakhtiar bukan tanpa alasan. Muhammadiyah Sumbar memiliki jejak panjang dalam menghadirkan tokoh di level nasional. Momentum Muktamar dinilai penting untuk menguatkan tradisi tersebut.

Apris menilai Bakhtiar memiliki rekam jejak yang memadai dari sisi pengalaman organisasi. Kepemimpinan berkelanjutan di tingkat wilayah menjadi modal yang diperhitungkan.

“Beliau memiliki pengalaman yang mumpuni. Di tingkat wilayah (PWM), beliau telah menjadi pimpinan selama dua periode, dan sekarang sedang menjabat di periode ketiganya sebagai Ketua PWM Sumbar,” jelasnya.

Integritas dan kemampuan manajerial dalam mengelola organisasi juga menjadi pertimbangan. Forum berharap kehadiran wakil dari wilayah dapat membawa dinamika akar rumput dalam perumusan kebijakan di pusat.

Apris menyinggung kebutuhan komposisi kepemimpinan yang memberi ruang lebih besar bagi daerah. Hal itu dianggap penting agar hubungan pusat dan wilayah berjalan seiring.

“Kami berharap, idealnya 50 persen dari unsur Pimpinan di PP Muhammadiyah itu berasal dari unsur wilayah dan daerah,” tegas Apris.

Selain itu, ada enam keputusan strategis lain yang disepakati untuk pergerakan persyarikatan Muhammadiyah ke depan.

Muhammadiyah Sumbar akan mengajukan diri sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-50. Tim khusus bernama “TIM 9” dibentuk untuk menyusun strategi pemenangan, proposal, dan lobi.

Untuk agenda internal, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar ditetapkan sebagai tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-43 Muhammadiyah Sumatera Barat.

Musywil ke-43 akan digelar pada bulan Maret 2028.

Komposisi Panitia Pemilihan (Panlih) juga telah disahkan. Nasrul A ditunjuk sebagai Ketua Panlih, didampingi Romi Putra sebagai Wakil Ketua.

Ari Prima ditunjuk sebagai Sekretaris, dibantu Refaldi sebagai Wakil Sekretaris. Hansastri, Yantri Maputra, dan Zulfahmi ditetapkan sebagai anggota Panlih.

Perhatian terhadap daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tetap menjadi prioritas. Musypim mencetuskan “Gerakan Infak/Sadaqah Program Ramadan” untuk dakwah di Kepulauan Mentawai.

Target minimal Rp 2.000.000,- per Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ditetapkan untuk mendukung program ini.

Di sektor pendidikan, forum menyoroti pentingnya regenerasi dan profesionalisme manajemen sekolah. Usulan pembuatan tim khusus untuk menangani Perioderisasi Jabatan Kepala Sekolah dan Madrasah di lingkungan Muhammadiyah Sumbar disepakati.

Rekomendasi