Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Hal ini dinilai penting untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif dunia digital.
Dukungan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumbar di Masjid Raya Limau Manis, Kota Padang, Jumat (7/3/2026) malam.
Menurut Mahyeldi, pembatasan akses media sosial adalah bagian dari upaya bersama menjaga masa depan generasi muda. Tujuannya agar mereka tumbuh dengan karakter kuat, berakhlak, dan fokus pada pendidikan.
“Jangan sampai hal-hal yang dapat merusak masa depan anak-anak kita dibiarkan begitu saja. Ini harus kita kendalikan bersama,” tegas Mahyeldi.
Kebijakan pembatasan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Selain itu, perlindungan anak dari dampak negatif teknologi juga diterapkan di sekolah. Salah satunya dengan melarang siswa membawa telepon genggam ke dalam kelas.
“Sekarang di sekolah kita juga mulai mengendalikan penggunaan HP. Anak-anak tidak diperbolehkan membawa telepon genggam ke dalam kelas agar mereka bisa lebih fokus belajar,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga memberikan motivasi dan hadiah kepada pelajar SD, SMP, hingga SMA/SMK yang mengikuti kegiatan Ramadan di masjid.
Pemerintah Provinsi Sumbar juga menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan masjid dan masyarakat. Bantuan yang disalurkan antara lain Rp50 juta dari Pemprov Sumbar, 40 buah Al-Qur’an, bantuan Rp10 juta dari Bank Nagari, serta bantuan Rp12,5 juta melalui Dinas Pendidikan.
BAZNAS Sumbar turut memberikan bantuan Rp3 juta untuk petugas masjid serta program pendidikan senilai Rp1,706 miliar bagi 1.706 siswa di Kota Padang.
Pj. Sekda Kota Padang, Raju Minropa mengapresiasi perhatian Pemprov Sumbar terhadap masyarakat Kota Padang. Ia juga berterima kasih atas dukungan dalam penanganan bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Ketua Pengurus Masjid Raya Limau Manis, Jasman menambahkan bahwa masjid tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan pembinaan karakter masyarakat.
“Alhamdulillah, dari Masjid Raya Limau Manis juga lahir beberapa juri MTQ tingkat Sumbar. Kami juga terus membina karakter anak-anak melalui program Smart Surau,” pungkas Jasman.





















