Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah ditutup melemah 0,52 persen ke posisi 7.594,11 pada perdagangan Senin (20/4/2026). Sentimen geopolitik global yang kian memanas diprediksi masih akan membayangi laju bursa domestik pada perdagangan Selasa (21/4).
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut memupuskan harapan pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pasar domestik mendapatkan sentimen positif dari penguatan nilai tukar rupiah yang naik tipis 0,12 persen ke level Rp17.168 per dolar AS. Penguatan ini dipicu oleh kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dinilai efektif menjaga stabilitas APBN.
Dari kawasan Asia, bank sentral China memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga pinjaman utama di level 3 persen untuk tenor satu tahun dan 3,5 persen untuk tenor lima tahun pada April 2026. Langkah ini mencerminkan sikap kehati-hatian otoritas moneter Tiongkok di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Secara teknikal, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai IHSG saat ini berada dalam kondisi jenuh beli atau overbought. Meski indikator Stochastic dan RSI masih memberikan sinyal positif, penurunan volume perdagangan menjadi sinyal waspada bagi investor.
Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan dukungan level support di 7.447 dan 7.346, sementara level resistance berada di 7.677 dan 7.774. Sejalan dengan itu, Alrich menyebut IHSG masih terjebak dalam fase konsolidasi pada rentang 7.500 hingga 7.700.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan support di level 7.530 dan resistance di 7.617.
Sebagai strategi investasi di tengah volatilitas, Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham TAPG di rentang harga Rp1.945–Rp2.050, VKTR di Rp1.005–Rp1.025, serta MBMA di kisaran Rp795–Rp865.
Di sisi lain, Alrich merekomendasikan sejumlah saham bagi pelaku pasar, yakni IMPC, BRMS, TAPG, SMDR, dan DSNG untuk dicermati selama sesi perdagangan berlangsung.




















