Jakarta – Pemerintah kini mengakselerasi penyediaan hunian layak bagi masyarakat di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Langkah ini menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya bersama Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Jakarta, Rabu (22/4).
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo untuk mengatasi kebutuhan tempat tinggal di area urban. Proyek strategis yang tengah berjalan berlokasi di kawasan Manggarai, Jakarta, dengan pembangunan 5.000 unit rumah susun.
Hunian vertikal tersebut dibangun dengan dua tipe luas, yakni 45 meter persegi dan 54 meter persegi. Pemerintah memastikan akses kepemilikan hunian ini tetap terjangkau bagi masyarakat melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Selain fokus pada hunian, pertemuan tersebut mencatat progres capaian pembangunan perumahan nasional. Direktur Utama BTN melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, sebanyak 200 ribu unit rumah telah dibangun melalui skema KPR/FLPP, ditambah 40.000 unit melalui jalur non-KPR. Target pembangunan ini dipastikan akan terus ditingkatkan pada tahun 2026.
Pertemuan tersebut juga membahas pengembangan sektor transportasi nasional. Beberapa agenda utama meliputi redesain Stasiun Gambir serta peningkatan kualitas layanan kereta api, baik untuk angkutan penumpang maupun logistik.
Pemerintah berkomitmen mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di seluruh Indonesia. Konsep ini diharapkan mampu menjadi simpul perekonomian baru yang terintegrasi antara transportasi massal dengan hunian masyarakat.























