Jakarta – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) bersiap melakukan aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue di tengah perhatian pelaku pasar. Aksi korporasi ini dilakukan saat pergerakan harga saham perusahaan menunjukkan fluktuasi signifikan di awal Mei 2026.
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,26 miliar saham baru atau setara dengan 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan nilai nominal Rp 25 per saham dan harga pelaksanaan Rp 50 per saham, PADI berpotensi meraup dana segar hingga Rp 113,07 miliar.
Seluruh dana hasil aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja. Dana tersebut akan digunakan untuk penempatan kas dan setara kas, deposito berjangka, portofolio efek, hingga biaya operasional kegiatan usaha perusahaan.
Manajemen telah menetapkan jadwal cum right di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Mei 2026, sedangkan untuk pasar tunai dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Pergerakan saham PADI sendiri sempat menjadi sorotan karena sempat menguat dari Rp 108 pada akhir April 2026 menjadi Rp 122 pada perdagangan 7 Mei 2026. Namun, pada 8 Mei 2026, saham PADI terkoreksi ke level Rp 111 seiring dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kinerja keuangan PADI sepanjang 2025 tercatat mengalami perbaikan signifikan dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 61,7 miliar, melonjak 3.785,5% dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,6 miliar. Lonjakan ini didorong oleh pembalikan kerugian perdagangan efek menjadi keuntungan, serta kenaikan komisi transaksi.
Berkat perbaikan pendapatan tersebut, perusahaan berhasil membalikkan kerugian bersih sebesar Rp 13,8 miliar pada 2024 menjadi laba bersih sebesar Rp 1,8 miliar pada 2025. Kondisi ini memicu spekulasi pasar mengenai potensi masuknya investor strategis, mengingat saat ini PADI tidak memiliki Pengendali Saham Perusahaan (PSP) dengan kepemilikan publik yang mendominasi hingga 99%.
Meski muncul spekulasi, manajemen PADI dalam laporan tahunannya menegaskan akan tetap fokus mengembangkan bisnis utama sebagai perantara perdagangan efek dan penjamin emisi efek.




















