Jakarta – PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba komprehensif sebesar 17,7 persen sepanjang tahun 2025. Perusahaan media ini mampu membukukan laba sebesar Rp 2,57 miliar, naik dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 2,19 miliar, di tengah tantangan industri media yang kian kompleks.
Direktur Utama Tempo, Arif Zulkifli, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut dicapai melalui langkah strategis dalam menjaga profitabilitas meski pendapatan perseroan tercatat turun 17 persen secara tahunan menjadi Rp 210,95 miliar.
Arif menjelaskan bahwa penurunan pendapatan tersebut sudah diprediksi sejak awal tahun. Faktor utama pemicunya adalah hilangnya pendapatan non-recurring dari proyek pencetakan surat suara Pemilihan Umum 2024 yang tidak lagi berlanjut.
“Fokus utama kami bukan semata pada penurunan pendapatan, melainkan pada bagaimana Tempo merespons secara tepat dan terukur,” ujar Arif dalam acara publik ekspose di Palmerah, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam merespons tantangan tersebut, manajemen menerapkan disiplin biaya yang ketat, mengoptimalkan struktur pengeluaran, serta melakukan diversifikasi sumber pendapatan. Langkah ini dinilai krusial agar perusahaan tidak mengalami kondisi besar pasak daripada tiang.
Data perseroan menunjukkan penurunan pendapatan terjadi pada unit bisnis percetakan Temprint yang merosot Rp 51,4 miliar, unit penyelenggaraan acara Impresario sebesar Rp 5,6 miliar, pendapatan iklan yang terkoreksi Rp 3,32 miliar, serta bisnis animasi Rombak sebesar Rp 1,1 miliar.
Namun, sejumlah lini usaha lainnya justru mencatat kinerja positif. Pendapatan konten kreatif TV Tempo naik Rp 8,8 miliar, diikuti sirkulasi digital yang meningkat Rp 4,14 miliar, Tempo Institute sebesar Rp 3,8 miliar, perdagangan kertas Temprint Inti Niaga sebesar Rp 1,1 miliar, dan sirkulasi cetak sebesar Rp 500 juta.
Meskipun terdapat kenaikan pada beban operasional sebesar 10 persen atau Rp 9 miliar, Arif menegaskan bahwa kondisi likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari penurunan liabilitas jangka pendek sebesar Rp 4,2 miliar dan liabilitas jangka panjang yang menyusut Rp 9,7 miliar.
Arif menambahkan bahwa manajemen telah melakukan berbagai simulasi keuangan sejak awal 2025 sebagai antisipasi terhadap dinamika pasar. Evaluasi berkala terhadap belanja perusahaan menjadi instrumen utama agar Tempo tetap dapat menjaga stabilitas bisnis di tengah disrupsi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.




















