Padang Percepat Eliminasi TB Bersama Kemenkes

persen

wawako-padang-percepat-eliminasi-tb-bersama-kemenkes
Wawako Padang Percepat Eliminasi TB Bersama Kemenkes

Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmen mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TB) setelah mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan RI dalam program penanganan TB di Sumatera Barat. Pemko Padang memastikan akan segera menindaklanjuti sejumlah bantuan, mulai dari pendataan pasien, penguatan deteksi dini, hingga dukungan rumah layak huni bagi penderita TB dari keluarga kurang mampu.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan hal itu usai menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Penyakit Menular Ditjen P2P Kemenkes RI dr. Prima Yosephine, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, Rektor Unand Efa Yonnedi, Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil Dovy Djanas, para kepala daerah se-Sumbar, civitas akademika, dan tenaga kesehatan.

Maigus menilai kehadiran Wakil Menteri Kesehatan menjadi momentum penting untuk memperkuat percepatan eliminasi TB di Kota Padang. Menurut dia, dukungan pemerintah pusat harus segera direspons dengan langkah konkret di daerah.

“Pemko Padang di bawah arahan Wali Kota Padang akan segera menindaklanjuti berbagai dukungan dari Kementerian Kesehatan,” kata Maigus.

Ia menyebut, Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat. Meski begitu, tantangan di lapangan masih besar karena jumlah kasus TB di kota itu tercatat lebih dari 4.000 kasus.

“Kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat,” ujarnya.

Dari total kasus tersebut, sekitar 95 persen pasien telah menuntaskan pengobatan. Maigus mengatakan pemerintah daerah masih mendorong pasien lainnya agar segera menyelesaikan terapi.

“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” jelasnya.

Selain mengandalkan layanan kesehatan, Maigus mengajak masyarakat ikut mencegah penularan TB dengan membangun lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok. Ia menilai kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum,” tuturnya.

Maigus juga meminta masyarakat tidak memandang TB sebagai aib. Ia menegaskan pemeriksaan dan pengobatan sejak dini akan memperbesar peluang sembuh sekaligus memutus rantai penularan.

“Jangan menganggap TB sebagai aib, karena semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” katanya.

Sementara itu, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat eliminasi TB melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, serta pembentukan kader TB di desa dan kelurahan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu.

“TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini PR kita bersama ke depan,” tegasnya.

Rekomendasi