Jakarta – BUMN berkapitalisasi besar dinilai masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi nasional. Kontribusi terbesar disebut datang dari kelompok BUMN blue chips, terutama bank-bank Himbara, yang mendorong transaksi ekonomi tetap bergerak.
Managing Partner BUMN Research Group LM FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, dominasi tersebut terlihat dari peran BUMN besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut, sektor ini masih menjadi kontributor penting di tengah upaya pemerintah menjaga laju ekonomi.
“Menurut saya sebagian besar kontributor terhadap pertumbuhan ekonomi masih didominasi blue chips BUMN seperti Himbara yang mendorong transaksi ekonomi tumbuh,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (12/5).
Toto menjelaskan, bank-bank Himbara berperan menjaga likuiditas dan pembiayaan ekonomi nasional. Dua hal itu, menurut dia, menjadi motor penting bagi pertumbuhan konsumsi dan investasi.
Selain Himbara, Toto menilai BUMN besar lain juga memberi kontribusi strategis, terutama di sektor energi, telekomunikasi, dan pertambangan.
“MIND ID yang kontribusi ekspor dan penerimaan valas tinggi, serta menumbuhkan bisnis hilirisasi,” sambung Toto.
Ia menilai, sumbangan ekspor dan devisa dari sektor tambang melalui MIND ID ikut memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Menurut Toto, peran Pertamina dan Telkom Indonesia juga tak kalah penting dalam menjaga aktivitas ekonomi nasional. Kedua perusahaan pelat merah itu, kata dia, menciptakan efek berganda lewat penguatan sektor energi dan konektivitas digital yang menjadi fondasi ekonomi modern.





















