Kemendag Perkuat Sinergi UKM dan Ritel Modern demi Perluas Pasar

persen

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara konsisten memfasilitasi pertemuan bisnis atau business matching bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Langkah ini diambil untuk mendorong produk serta merek lokal agar mampu menembus jaringan ritel modern seperti pusat perbelanjaan atau mal.

Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag, Dewi Rokhayati, menjelaskan bahwa kehadiran produk lokal di ritel modern merupakan indikator keberhasilan kualitas dan daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya penguatan kualitas produk serta peningkatan kesadaran merek (brand awareness) bagi para pelaku usaha.

“Kementerian Perdagangan terus mengupayakan banyak sekali fasilitas business matching dengan teman-teman UKM agar produk mereka semakin dikenal di pasar domestik sebelum merambah ke pasar internasional,” ujar Dewi di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menyatakan pemerintah berkomitmen penuh dalam memperluas jangkauan pasar produk lokal agar mampu bersaing di panggung global.

Ari menilai produk kreatif Indonesia saat ini memiliki potensi besar di luar negeri. Menurutnya, pasar global kini sangat meminati produk yang berbasis pada desain, gaya hidup, serta ketekunan pengrajin (craftsmanship).

“Tren global saat ini semakin mengarah pada produk yang berkelanjutan, berbahan alami, buatan tangan, dan memiliki narasi budaya yang kuat. Kami akan terus mendukung pemasaran produk berbasis kearifan lokal ini agar mendunia dan semakin dicintai masyarakat Indonesia,” tutur Ari.

Rekomendasi