Jakarta – Denyut ekonomi di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan geliat nyata seiring dengan masuknya investasi jumbo senilai Rp72,39 triliun. Kehadiran modal ini tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga mulai menghidupkan ekosistem bisnis ritel dan layanan bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyatakan bahwa akumulasi investasi tersebut menjadi bukti kuat tingginya kepercayaan investor terhadap masa depan IKN. Menurutnya, pembangunan IKN kini telah bergeser dari sekadar konstruksi menuju pembentukan ekosistem kehidupan yang utuh.
“Total estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujar Troy, Kamis (14/5).
Secara rinci, struktur pendanaan tersebut terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun, sementara sisanya Rp12,10 triliun berasal dari fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L). Hingga saat ini, terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan 65 pelaku usaha swasta dan 15 penugasan K/L.
Daya tarik IKN pun melampaui batas negara. Dari total PKS yang ada, 11 di antaranya melibatkan investor asing dari delapan perusahaan yang berasal dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sisanya, sebanyak 64 PKS, didominasi oleh pelaku usaha domestik yang bergerak di sektor hunian, energi, hingga fasilitas komersial.
Tumbuhnya ekosistem bisnis ini mulai dirasakan langsung di lapangan. Salah satu gerai makanan ternama, Roti’O, bahkan telah beroperasi dan mencatatkan antusiasme pengunjung yang tinggi sejak hari pertama pembukaan.
Harfi, selaku Kepala Toko Roti’O di IKN, mengungkapkan optimisme terhadap potensi pasar di kawasan tersebut. “Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang. Kalau di sini, mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macam mungkin bakal di sini,” ungkapnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Troy menegaskan bahwa masuknya berbagai entitas bisnis merupakan sinyal positif bahwa investor mulai memandang IKN sebagai pasar masa depan yang menjanjikan.
“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” pungkas Troy.



















