Surabaya – Proses pemulihan jaringan listrik di sejumlah wilayah Jawa Timur kini tengah dikebut oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Hingga saat ini, upaya penormalan sistem kelistrikan yang sempat terganggu pada Jumat (22/5) malam tersebut dilaporkan telah mencapai 50 persen.
Gangguan massal yang terjadi sejak pukul 20.30 WIB ini berdampak pada padamnya aliran listrik di beberapa kabupaten dan kota, yakni Bojonegoro, Tuban, Gresik, Lamongan, hingga Mojokerto. PLN menduga insiden ini dipicu oleh adanya kendala pada sistem transmisi tegangan tinggi.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jatim, Dana Puspita Sari, menyatakan bahwa tim teknis telah diterjunkan ke berbagai titik untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Langkah ini diambil guna menelusuri penyebab utama gangguan sekaligus mempercepat proses perbaikan di lapangan.
“Saat ini tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri penyebab gangguan yang terjadi. Saat ini proses penormalan sudah mencapai 50 persen,” ujar Dana dalam keterangan tertulisnya.
Pihak PLN pun meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak panik selama proses pemulihan berlangsung. Dana menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan penanganan gangguan tersebut.
Masyarakat dapat memantau situasi pemulihan listrik secara mandiri melalui kanal resmi yang telah disediakan.
“PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan Contact Center PLN 123,” pungkasnya.






















