Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali mencatatkan penguatan signifikan pada pekan depan. Optimisme ini muncul menyusul perbaikan fundamental ekonomi nasional yang dinilai tetap solid meski sempat mengalami fluktuasi di level 5.900.
Purbaya mengimbau para pelaku pasar agar tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi pasar saham saat ini. Menurutnya, pemulihan atau rebound IHSG hanya tinggal menunggu waktu karena didukung oleh kondisi ekonomi makro yang kuat.
Secara teknikal, pergerakan indeks diprediksi akan melaju kencang dalam waktu dekat. Purbaya menekankan bahwa harga saham pada dasarnya sangat bergantung pada fundamental perusahaan dan performa ekonomi secara keseluruhan.
Apabila perekonomian nasional terus membaik, profitabilitas perusahaan diyakini akan meningkat. Dalam kondisi tersebut, harga saham seharusnya akan bergerak naik mengikuti keuntungan perusahaan.
Jika fundamental perusahaan dinilai bagus namun harga sahamnya justru jatuh, maka saham tersebut dianggap berada dalam kondisi undervalued atau murah. Ia menyarankan investor untuk memanfaatkan momen tersebut guna mendapatkan keuntungan di masa depan.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Jumat sore ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05. Penguatan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham di sektor energi dan barang baku.
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan sebesar 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 620,44. Hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau setelah indeks sempat menyentuh level terendah di posisi 5.966,86 pada perdagangan hari yang sama.



















