Pemerintah Instruksikan PLN Perbaiki Sistem Kelistrikan Sumatra

persen

wamen-esdm-minta-pln-benahi-sistem-usai-blackout-massal-sumatra
Wamen ESDM Minta PLN Benahi Sistem Usai Blackout Massal Sumatra

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Pulau Sumatra murni disebabkan oleh faktor alam, bukan sabotase. Pemerintah kini menuntut PT PLN (Persero) melakukan perombakan sistem kelistrikan agar insiden serupa tidak terulang.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan, pihaknya telah menginstruksikan PLN untuk mengevaluasi total jaringan transmisi. Salah satu poin krusial adalah pemasangan sistem arde atau grounding tambahan di titik-titik yang rentan terhadap sambaran petir dan cuaca ekstrem.

“Untuk arahan ke PLN kita sampaikan ini untuk perbaikan sistem, ini dikaji secara teknis itu yang pertama,” ujar Yuliot di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (25/5).

Selain penguatan infrastruktur, pemerintah meminta PLN melakukan pemerataan pasokan pembangkit di setiap daerah. Selama ini, sistem kelistrikan Sumatra dinilai terlalu bergantung pada aliran listrik jarak jauh dari wilayah selatan ke utara, yang justru memperlambat proses pemulihan saat terjadi gangguan.

“Itu harus ada keseimbangan suplai pembangkit di setiap daerah. Jangan terlalu banyak daerah mengalirkan listriknya dari daerah yang cukup jauh, seperti dari selatan ke utara. Itu justru memerlukan waktu yang cukup lama untuk pemulihan,” jelasnya.

Yuliot memaparkan bahwa blackout yang terjadi pada Jumat (22/5) dipicu oleh sambaran petir pada jaringan transmisi di Merangin, Jambi. Gangguan tersebut menyebabkan ketidakstabilan sistem yang memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi.

Terkait isu sabotase yang sempat beredar di masyarakat, Yuliot membantah keras. Ia memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Hal ini juga diperkuat oleh hasil investigasi gabungan antara Bareskrim Polri, Puslabfor, dan PLN yang menyimpulkan bahwa gangguan dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan gangguan mekanis pada kabel transmisi.

Saat ini, proses pemulihan sistem telah mencapai 100 persen. PLN melakukan pemulihan secara bertahap, dimulai dari pembangkit yang memiliki kemampuan black start seperti PLTA, panas bumi, PLTD, dan gas, sementara PLTU membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 12 jam untuk kembali beroperasi normal.

Rekomendasi