Transformasi Blok M Menjadi Magnet Baru Generasi Muda Jakarta

persen

rahasia-blok-m-bangkit-lagi-dari-pusat-belanja-lawas-jadi-magnet-gen-z
Rahasia Blok M Bangkit Lagi dari Pusat Belanja Lawas Jadi Magnet Gen Z

Jakarta – Integrasi transportasi publik menjadi kunci utama di balik bangkitnya kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sebagai pusat gaya hidup dan destinasi wisata kuliner populer saat ini. Kemudahan aksesibilitas ini berhasil menarik kembali minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai titik temu utama.

Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, menilai keberhasilan Blok M bertransformasi dari pusat perdagangan konvensional menjadi hub gaya hidup modern tidak terlepas dari perannya sebagai simpul transportasi massal. Kehadiran MRT Jakarta serta integrasi layanan TransJakarta dan TransJabodetabek membuat kawasan ini kembali strategis bagi warga dari berbagai wilayah penyangga.

“Blok M menjadi hidup kembali ketika simpul layanan TransJakarta menjadi TransJabodetabek. Artinya ke Bogor, ke Bekasi, ke Cikarang, ke bandara, ke PIK, Alam Sutera, semua dikumpulkan di Blok M,” ujar Yayat.

Menurut Yayat, konsep Transit Oriented Development (TOD) yang diterapkan di kawasan tersebut terbukti efektif. Ia menekankan bahwa bisnis ritel, hotel, hingga kuliner kini cenderung berkembang pesat di sekitar stasiun angkutan massal.

Selain faktor transportasi, pergeseran fungsi kawasan menjadi pendorong kuat kebangkitan Blok M. Revitalisasi sejumlah titik, seperti Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dan M Bloc Space, telah mengubah wajah kawasan yang dulunya identik dengan pertokoan lawas menjadi ruang kreatif yang digandrungi Gen Z.

Yayat menambahkan, Blok M berhasil memadukan nostalgia dengan kebutuhan gaya hidup masa kini. Identitas sebagai kawasan pergaulan anak muda Jakarta Selatan tetap terjaga, namun kini dikemas dengan pendekatan baru seperti kafe estetik dan kuliner viral.

“Blok M itu adalah brand masa lalu yang bersinar kembali menjadi brand masa kini. Jadi masa lalu itu memang Blok M itu menjadi hub, hub bagi mobilitas transportasi dan menjadi hub simpul perdagangan dan jasa,” jelasnya.

Sebelumnya, kawasan ini sempat mengalami masa redup akibat perubahan pola transportasi konvensional dan diperparah oleh pandemi Covid-19 yang menekan aktivitas perdagangan. Namun, dengan dukungan infrastruktur transportasi publik yang mumpuni, Blok M kini kembali menjadi magnet keramaian, terutama saat akhir pekan.

Rekomendasi