Pendapatan Tumbuh, Laba Bersih Telkom Terkoreksi 21,8 Persen Kuartal Pertama

persen

Jakarta – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 21,8% secara tahunan pada kuartal I-2026. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perusahaan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun.

Penurunan laba bersih tersebut terjadi di tengah kondisi beban biaya perusahaan yang membengkak selama tiga bulan pertama tahun 2026. Laba periode berjalan perusahaan secara keseluruhan tercatat turun 17,57% secara tahunan menjadi Rp 6,05 triliun.

Padahal, dari sisi pendapatan, Telkom sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,5% secara tahunan menjadi Rp 37,19 triliun. Namun, tekanan biaya operasional serta beban pemeliharaan dan jasa telekomunikasi yang mencapai Rp 11,09 triliun membuat performa laba usaha tergerus.

Akibatnya, laba usaha Telkom terkoreksi 12,19% menjadi Rp 8,93 triliun. Dampak berantai ini juga menekan laba sebelum pajak penghasilan yang turun 11% secara tahunan menjadi Rp 8,25 triliun.

Meski laba mengalami penurunan, posisi neraca keuangan Telkom tetap menunjukkan stabilitas. Total aset perusahaan naik tipis 0,76% dibandingkan akhir tahun 2025 menjadi Rp 289,96 triliun, didorong oleh pertumbuhan ekuitas sebesar 3,5% menjadi Rp 155,81 triliun.

Selain itu, kas dan setara kas perusahaan tercatat meningkat 9,69% menjadi Rp 37,55 triliun per 31 Maret 2026 dari sebelumnya Rp 34,23 triliun pada akhir Desember 2025. Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan berhasil ditekan turun sebesar 2,24% menjadi Rp 134,14 triliun.

Menanggapi laporan keuangan tersebut, pergerakan saham TLKM pada perdagangan Jumat (29/5/2026) sempat melemah 1,94% ke level Rp 3.030 per saham. Kendati demikian, dalam catatan kinerja bulanan, saham TLKM masih menunjukkan tren penguatan sebesar 7,83%.

Rekomendasi