Rugi Bersih BUMA Internasional Grup Menyusut 66 Persen Kuartal I-2026

persen

Jakarta – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun pendapatan turun 10 persen secara tahunan menjadi US$ 318 juta akibat portofolio aktif yang lebih kecil, perusahaan berhasil memangkas kerugian bersih secara drastis sebesar 66 persen menjadi US$ 24 juta dari US$ 70 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan performa keuangan ini didorong oleh lonjakan EBITDA yang mencapai 98 persen secara tahunan, yakni dari US$ 14 juta menjadi US$ 28 juta. Margin EBITDA pun ikut terkerek naik menjadi 11 persen dari sebelumnya hanya 5 persen pada kuartal I-2025.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari keberlanjutan tren pemulihan yang telah dibangun perusahaan sejak tahun lalu. Menurutnya, disiplin operasional dan efisiensi biaya menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi tantangan musiman di awal tahun.

“Disiplin operasional dan perbaikan EBITDA tetap terjaga melewati puncak musim hujan pada Februari. Hal ini memberikan kami landasan yang lebih kuat untuk melangkah sepanjang tahun ini,” ungkap Iwan dalam keterbukaan informasi, Jumat (29/5/2026).

Dari sisi operasional, perusahaan berhasil mencatatkan arus kas bebas (free cash flow) positif sebesar US$ 2 juta, berbalik dari kondisi negatif US$ 19 juta pada kuartal pertama tahun lalu. Pemulihan arus kas ini terbantu oleh penerimaan US$ 17 juta dari penjualan aset lahan dalam rangka optimisasi portofolio ACG.

Perusahaan juga terus memperkuat produktivitas dengan menurunkan jam non-produktif sebesar 14 persen. Efisiensi ini didukung oleh perbaikan kondisi jalan angkut yang memangkas waktu antre, serta disiplin ketat pada biaya tenaga kerja yang turun 4 persen per Bank Cubic Meter (BCM).

Memasuki periode setelah kuartal I-2026, tren positif terus berlanjut. Volume pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) menunjukkan peningkatan bulanan yang konsisten, dari 26,4 juta BCM pada Februari menjadi 34,3 juta BCM pada April 2026. Produksi batu bara pada April juga mencatat kenaikan signifikan sekitar 22 persen di atas rata-rata bulanan kuartal pertama.

Ke depan, DOID berkomitmen untuk melanjutkan eksekusi operasional yang solid. Perusahaan telah menyelesaikan pembentukan tim ahli tersentralisasi guna memberikan keahlian fungsional yang lebih mendalam di setiap lini operasional, sebagai modal utama menghadapi kuartal-kuartal berikutnya yang diperkirakan akan lebih kering dan produktif.

Rekomendasi