Triple B Resmi Kuasai 34% Saham, Megalestari Bersiap Ganti Pengendali

persen

Jakarta – PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) bersiap menjalani pergantian kepemilikan setelah pemegang saham pengendali (PSP) lama sepakat menjual seluruh porsi sahamnya kepada PT Triple Berkah Bersama (Triple B).

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PJBS) yang ditandatangani pada Senin, 25 Mei 2026. Melalui aksi korporasi yang sering disebut sebagai backdoor listing ini, Triple B akan mengambil alih 1.141.671.100 saham EPAC milik PSP.

Direktur Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli, menjelaskan bahwa pihaknya membeli saham tersebut di pasar negosiasi dengan harga Rp 12 per lembar saham. Dengan begitu, total dana yang dikucurkan Triple B untuk akuisisi ini mencapai Rp 13,7 miliar.

Transaksi pengambilalihan ini dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 541.666.667 saham akan dibeli pada Rabu, 24 Juni 2026. Sisanya, yakni 600.004.433 saham, akan diselesaikan paling lambat pada Kamis, 23 Juli 2026.

Setelah seluruh rangkaian transaksi tuntas, Triple B akan resmi menggantikan posisi PSP lama dengan menguasai 34,56% modal ditempatkan dan disetor penuh pada perusahaan yang bergerak di bidang industri kemasan plastik tersebut.

Meski PJBS telah ditandatangani, Noprian menegaskan bahwa perubahan pengendali belum efektif secara hukum. Seluruh proses pengalihan saham akan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan dan regulasi pasar modal yang berlaku.

Di sisi lain, pergerakan saham EPAC tercatat mengalami tekanan. Pada perdagangan Jumat (25/5/2026), harga saham perusahaan ditutup turun 6,58% ke level Rp 71 per saham. Secara akumulatif, saham EPAC telah melemah 10,13% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Saat ini, komposisi pemegang saham EPAC selain PSP terdiri dari PT Omni Multi Industrindo (24,22%), Drs Ryan Permana (20,12%), Nessy Sarinda (14,44%), Suhanda Wijaya (6,82%), dan Bahar (5,5%).

Rekomendasi