Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat sepanjang periode perdagangan 2-5 Juni 2026 dengan mencatatkan pelemahan sebesar 8,69 persen. Pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, indeks berakhir di level 5.594,76.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa pergerakan pasar selama pekan tersebut cenderung bervariasi. Meski indeks melemah, aktivitas transaksi justru menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Rata-rata frekuensi transaksi harian melonjak 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 2,11 juta kali. Sejalan dengan itu, rata-rata volume transaksi harian juga tumbuh 8,66 persen menjadi 33,63 miliar lembar saham.
Namun, nilai transaksi harian justru mencatatkan penurunan sebesar 5,71 persen, dari Rp 28,38 triliun menjadi Rp 26,97 triliun. Dampak dari tekanan ini juga terlihat pada kapitalisasi pasar BEI yang merosot 8,59 persen ke level Rp 9.807 triliun.
Investor asing terpantau terus melakukan aksi lepas saham. Pada Jumat, 5 Juni 2026, tercatat nilai jual bersih investor asing mencapai Rp 3,73 triliun, sehingga akumulasi jual bersih sepanjang tahun ini telah menyentuh angka Rp 61,36 triliun.
Menanggapi kondisi pasar tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa pelemahan ini merupakan respons investor terhadap sentimen global dan domestik. Salah satu pemicunya adalah penyesuaian portofolio pasca pengumuman rebalancing oleh penyedia indeks global.
Hasan menekankan bahwa berbagai indikator ekonomi saat ini sedang dipertimbangkan secara mendalam oleh para pelaku pasar. Pihak OJK mengimbau para investor untuk tetap rasional dan mencermati dinamika pasar secara objektif di tengah fluktuasi yang terjadi.





















