Jakarta – PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) resmi mengumumkan langkah strategis dalam memperkuat struktur permodalan perusahaan melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2026. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 500 miliar melalui instrumen surat utang yang diterbitkan tanpa warkat tersebut.
Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok yang terbagi ke dalam dua seri instrumen. Seri A memiliki nilai pokok sebesar Rp 212,02 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,70 persen per tahun. Instrumen ini memiliki tenor selama 367 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi. Sementara itu, Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 287,98 miliar dan menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 9,30 persen per tahun dengan masa tenor selama tiga tahun.
Terkait mekanisme pembayaran, pihak penerbit menetapkan jadwal pembayaran bunga dilakukan setiap triwulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan akan dilaksanakan pada 12 September 2026. Untuk pelunasan pokok, perseroan menerapkan sistem bullet payment, di mana pelunasan dilakukan secara penuh saat obligasi jatuh tempo. Jatuh tempo untuk Seri A ditetapkan pada 19 Juni 2027, sedangkan Seri B akan jatuh tempo pada 12 Juni 2029.
Berdasarkan prospektus resmi yang diterbitkan pada 9 Juni 2026, seluruh dana hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dialokasikan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang kepada United Overseas Bank Limited (Bank UOB). Utang tersebut berasal dari fasilitas Kredit Bergulir sebesar US$ 75 juta yang tertuang dalam perjanjian tertanggal 31 Agustus 2023, yang telah mengalami beberapa kali perubahan amandemen hingga 29 Agustus 2025.
Data perseroan mencatat bahwa hingga 21 Mei 2026, realisasi penarikan fasilitas kredit oleh PALM mencapai US$ 29,50 juta atau setara dengan Rp 521,71 miliar. Melalui penerbitan obligasi ini, perseroan mengestimasikan dana bersih yang diperoleh mencapai US$ 28,03 juta atau Rp 495,75 miliar. Dengan adanya pembayaran dipercepat ini, sisa saldo pinjaman perseroan di Bank UOB diproyeksikan akan menurun signifikan menjadi sekitar US$ 1,47 juta atau setara dengan Rp 25,96 miliar.
Dalam perhitungan konversi mata uang, manajemen PALM menggunakan nilai kurs transaksi tengah Bank Indonesia per 21 Mei 2026, yakni Rp 17.685 per dolar AS. Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi beban keuangan perusahaan di masa depan.
Jadwal pelaksanaan emisi telah ditetapkan dengan masa penawaran umum berlangsung pada 9 Juni 2026, disusul tanggal penjatahan pada 10 Juni 2026. Distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 12 Juni 2026, bersamaan dengan tanggal pengembalian uang pemesanan. Terakhir, pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 15 Juni 2026.























