Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (10/6). Optimisme pasar didorong oleh kombinasi sentimen perbaikan teknikal serta respons kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI) yang bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk menguji rentang area 6.143 hingga 6.264. Proyeksi ini didasarkan pada kemampuan indeks untuk menembus level resistensi terdekat di 5.964 setelah berhasil mendekati target Fibonacci di level 5.314 pada perdagangan sebelumnya. Secara teknikal, indikator MACD terpantau berada dalam posisi netral, yang menunjukkan keseimbangan kekuatan antara aksi beli dan jual di pasar.
BinaArtha Sekuritas menetapkan titik support IHSG pada level 5.314, 5.052, dan 4.858. Sementara itu, level resistensi dipetakan pada angka 5.964, 6.264, dan 6.459. Investor disarankan memperhatikan saham-saham pilihan dengan potensi pertumbuhan, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga Rp 1.450, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Rp 3.230, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di Rp 3.000, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di Rp 4.080, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di Rp 2.000.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 5.600 hingga 5.850. Analisis teknikal menunjukkan sinyal pemulihan setelah indeks ditutup di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan berhasil menutup celah harga (gap up) yang terjadi pada sesi sebelumnya. Indikator Stochastic RSI yang membentuk pola golden cross di area oversold turut memberikan sinyal positif bagi pergerakan indeks ke depan.
Sentimen domestik yang menjadi perhatian utama pasar adalah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin pada Selasa (9/6). Selain kenaikan suku bunga, BI juga menaikkan struktur bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan. Langkah ini dilengkapi dengan insentif penurunan biaya hedging swap sebesar 10% bagi investor asing serta pembukaan kembali lelang instrumen repo bagi perbankan guna memperkuat likuiditas.
Dukungan terhadap pasar modal juga datang dari koordinasi antara DPR dengan sejumlah institusi strategis, termasuk Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, dan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Diskusi mengenai rencana pembelian kembali saham (buyback) oleh bank-bank BUMN di Bursa Efek Indonesia menjadi katalis positif yang diharapkan mampu menopang kepercayaan investor di tengah fluktuasi pasar.
Phintraco Sekuritas turut merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar, meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Timah Tbk (TINS). Para investor diharapkan tetap memperhatikan dinamika support dan resistance dalam menentukan entry atau exit point guna meminimalisir risiko perdagangan.





















