Investor Asing Borong BBCA dan BMRI Saat Aksi Jual Melambat

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang pekan ini dengan menguat 2,82 persen. Indeks ditutup pada level 6.177,139, meningkat dari posisi pekan sebelumnya yang berada di level 6.007,656. Kenaikan nilai indeks ini juga diikuti oleh peningkatan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 2,51 persen, yakni dari Rp 10.524 triliun menjadi Rp 10.788 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi, mengungkapkan bahwa penguatan IHSG didorong oleh performa sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi 35,13 poin setelah harga sahamnya terapresiasi 6,33 persen. Selain itu, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) memberikan sumbangan 26,45 poin berkat lonjakan harga sebesar 23,32 persen, diikuti oleh PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang berkontribusi 20,66 poin setelah naik 13,4 persen.

Dinamika pasar juga diwarnai oleh penurunan tekanan jual dari investor asing. Aksi jual bersih atau net sell investor asing menyusut signifikan sebesar 84,88 persen menjadi Rp 904,7 miliar dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 5,98 triliun. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp 68,25 triliun.

Dalam periode perdagangan 15 hingga 19 Juni 2026, investor asing terpantau melakukan akumulasi pada sejumlah saham perbankan dan komoditas. BBCA menjadi saham yang paling banyak dibeli dengan nilai Rp 844,2 miliar, disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 327,2 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 94,2 miliar.

Di sisi lain, investor asing melakukan aksi lepas saham pada beberapa emiten. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat sebagai saham yang paling banyak dijual asing dengan nilai Rp 838,6 miliar. Aksi jual juga menyasar PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 630,2 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 553,3 miliar, serta saham emiten pelat merah seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 372,4 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 273,6 miliar.

Meskipun indeks mengalami kenaikan, aktivitas perdagangan di lantai bursa justru menunjukkan pelemahan. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat turun 1,02 persen menjadi Rp 24,81 triliun. Penurunan serupa terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang menyusut 5,83 persen, yakni menjadi 34,03 miliar saham dari sebelumnya 36,14 miliar saham.

Selain saham-saham yang telah disebutkan, penguatan indeks juga didukung oleh kenaikan harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 24,53 persen yang berkontribusi 19,51 poin, serta PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) yang menguat 19,22 persen dengan sumbangan 15,49 poin terhadap IHSG. Data ini menunjukkan bahwa meskipun volume transaksi menurun, minat investor terhadap saham-saham tertentu tetap tinggi sehingga mampu menjaga momentum penguatan indeks di tengah fluktuasi pasar global.

Rekomendasi