Purbaya Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Nankai University

persen

beri-kuliah-umum-di-china,-purbaya-pamer-ekonomi-ri-tumbuh-5,61-persen
Beri Kuliah Umum di China, Purbaya Pamer Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Tianjin – Keberhasilan Indonesia dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan ekonomi nasional telah berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan kuliah umum di Nankai University, China, Sabtu (20/6).

Purbaya memaparkan bahwa sepanjang 2026, Indonesia sukses menciptakan 1,9 juta lapangan kerja baru. Capaian ini berhasil menekan tingkat pengangguran terbuka ke angka 4,68 persen, sementara angka kemiskinan juga terus menyusut dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.

“Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata,” ujar Purbaya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti performa ekonomi makro Indonesia yang tumbuh impresif sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026. Angka tersebut menempatkan Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 dan ASEAN di tengah ketidakpastian global.

Stabilitas harga pun tetap terjaga dengan inflasi Mei 2026 yang terkendali di level 3,08 persen. Menurut Purbaya, kombinasi antara pertumbuhan tinggi dan inflasi yang stabil ini memperkuat kepercayaan pasar internasional terhadap pengelolaan ekonomi nasional.

Kesehatan fiskal disebut menjadi kunci utama ketahanan ekonomi Indonesia. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen, sehingga APBN memiliki ruang yang cukup untuk meredam gejolak eksternal tanpa mengganggu stabilitas domestik.

Selain itu, Purbaya memamerkan sejumlah indikator positif lainnya, seperti surplus neraca perdagangan yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut, cadangan devisa sebesar US$144,9 miliar, serta skor ketahanan energi Indonesia yang mencapai 77 persen, melampaui China.

Ke depan, pemerintah fokus pada delapan klaster program prioritas, mulai dari ketahanan pangan, kemandirian energi, hingga percepatan hilirisasi industri. Langkah ini diambil untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rekomendasi