IHSG Melonjak 1,96 Persen, Simak Daftar Saham Incaran Investor Asing

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan Kamis (25/6/2026) setelah sempat tertekan selama tiga hari berturut-turut. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut berhasil bangkit dengan penguatan sebesar 1,96 persen atau bertambah 115 poin, sehingga ditutup pada level 5.999,03.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa reli penguatan ini terjadi secara merata di seluruh sektor saham. Kenaikan tersebut sekaligus menjadi sinyal pembalikan arah pasar yang cukup kuat setelah IHSG sempat mengalami fase koreksi dalam waktu singkat. Sentimen positif yang menyebar di seluruh sektor berhasil mendorong indeks kembali mendekati ambang psikologis level 6.000.

Sektor infrastruktur menjadi motor penggerak utama dalam pemulihan ini dengan mencatatkan lonjakan sebesar 3,81 persen. Kinerja positif ini diikuti oleh sektor kesehatan yang menguat 3,03 persen dan sektor barang konsumen primer yang membukukan kenaikan 2,50 persen. Secara keseluruhan, performa pasar hari ini didominasi oleh sentimen beli yang kuat dari pelaku pasar.

Selain tiga sektor tersebut, sektor transportasi dan perindustrian turut memberikan kontribusi signifikan dengan masing-masing kenaikan sebesar 2,34 persen dan 2,24 persen. Sektor barang baku juga mencatat penguatan sebesar 2,18 persen, diikuti oleh barang konsumen non-primer sebesar 2,13 persen, serta sektor properti dan real estat yang naik 1,81 persen. Sektor keuangan, energi, dan teknologi juga menutup perdagangan di zona hijau dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,54 persen, 1,45 persen, dan 1,11 persen.

Aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau ramai dengan total volume perdagangan mencapai 22,24 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp13,49 triliun, yang mencerminkan tingginya partisipasi investor dalam perdagangan hari ini. Dari seluruh saham yang aktif diperdagangkan, sebanyak 537 saham ditutup menguat, sementara 135 saham melemah, dan 141 saham lainnya stagnan.

Dalam perdagangan tersebut, arus modal asing juga menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Berdasarkan data transaksi, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan net buy atau nilai beli bersih asing terbesar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin daftar dengan nilai Rp80,72 miliar, disusul oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp64,7 miliar, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mencapai Rp59,2 miliar.

Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masing-masing mencatatkan net buy sebesar Rp53,6 miliar. Saham lain yang juga diburu investor asing di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp11,93 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp11,37 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp10,54 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp10,36 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp6,0 miliar. Penguatan IHSG yang didorong oleh kenaikan di seluruh sektor ini memberikan optimisme baru bagi pelaku pasar terhadap kelanjutan tren positif hingga akhir pekan.

Rekomendasi