Ether Mulai Ungguli Bitcoin, Sinyal Rotasi Modal di Pasar Kripto

Rayhan Akhari

Ether Mulai Ungguli Bitcoin, Sinyal Rotasi Modal di Pasar Kripto

Jakarta – Aset kripto Ether (ETH) kini menunjukkan sinyal penguatan terhadap Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.

Tren ini terpantau dari pergerakan rasio ETH terhadap Bitcoin yang mulai kembali menguat.

Meski begitu, para pelaku pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait adanya rotasi modal skala besar di pasar kripto.

Data CoinMarketCap pada Senin (31/8/2026) pukul 20.08 WIB menunjukkan harga Ether berada di level US$ 2.454.

Angka tersebut mencatatkan penurunan sebesar 0,51% dalam periode 24 jam terakhir.

Dalam skala mingguan, harga Ether mengalami koreksi sebesar 2,13%.

Di sisi lain, Bitcoin diperdagangkan pada level US$ 78.029.

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini turun 0,88% secara harian.

Secara mingguan, Bitcoin juga terkoreksi tipis sebesar 1,30%.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai Ether saat ini mulai kembali menarik minat para investor.

Hal ini didorong oleh adanya peluang rotasi modal yang mulai dilirik oleh pelaku pasar.

“ETH menarik bagi investor yang melihat peluang jangka menengah dari sisi fundamental dan potensi rotasi modal,” ujar Yudhono, Senin (31/8/2026).

Yudhono menambahkan bahwa rasio ETH/BTC telah mencatat rebound yang cukup signifikan.

Rasio tersebut bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Kondisi ini terjadi setelah rasio berhasil menembus tren turun yang telah berlangsung sejak Agustus 2025.

Pergerakan tersebut diyakini menjadi indikator awal perubahan minat investor terhadap ekosistem Ethereum.

Faktor fundamental juga menjadi penopang utama daya tarik Ethereum bagi investor institusional maupun ritel.

Pertumbuhan sektor real world assets (RWA) dinilai menjadi katalis positif bagi jaringan tersebut.

Selain itu, sektor stablecoin dan decentralized finance (DeFi) turut memperkuat posisi Ethereum sebagai infrastruktur utama.

Arus dana masuk melalui exchange traded fund (ETF) Ethereum di Amerika Serikat menjadi variabel krusial lainnya.

Menurut Yudhono, konsistensi arus masuk ETF dapat mendukung minat terhadap ETH jika adopsi institusional terus meningkat.

Namun, ia mengingatkan agar investor tetap berhati-hati dalam membaca sinyal pasar saat ini.

“Perlu dicatat, tanda-tanda altcoin season atau rotasi besar dari Bitcoin ke Ethereum belum benar-benar terkonfirmasi, karena dominasi Bitcoin justru masih bertahan tinggi,” jelasnya.

Saat ini, dominasi Bitcoin masih berada di kisaran 58% hingga 60%.

Tingginya angka dominasi tersebut menegaskan bahwa Bitcoin masih memegang kendali atas kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

Oleh karena itu, perpindahan minat menuju Ether belum dapat dikategorikan sebagai rotasi modal besar-besaran.

Penguatan rasio ETH/BTC saat ini dipandang sebagai sinyal awal perubahan preferensi investor.

Keberlanjutan tren ini nantinya akan bergantung pada perkembangan arus ETF dan dominasi Bitcoin.

Pertumbuhan penggunaan jaringan Ethereum di masa depan juga akan menjadi penentu utama arah pasar kripto ke depannya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar