Strategi Investasi Bos Trisula Textile: Mengutamakan Pertumbuhan Jangka Panjang

Ikhwan Setiawan

Strategi Investasi Bos Trisula Textile: Mengutamakan Pertumbuhan Jangka Panjang

Jakarta – Strategi investasi yang konservatif menjadi pilihan utama bagi Direktur Marketing PT Trisula Textile Industries Tbk, Lukas Ginting, dalam mengelola aset masa depannya.

Di tengah kesibukan profesional yang padat, Lukas memilih untuk mengalokasikan dananya pada instrumen saham dan emas.

Keputusan ini diambil guna meminimalisir risiko sekaligus menyesuaikan dengan keterbatasan waktu yang dimilikinya saat ini.

“Ya, untuk saat ini karena keterbatasan waktu ya, karena aktif bekerja dan banyak juga keluar kota. Ya, untuk sekarang saya memilih investasi di instrumen saham dan emas,” ujar Lukas dikutip dari catatan wawancara yang dirilis pada Sabtu (3/10/2026).

Portofolio investasi Lukas saat ini didominasi oleh saham dengan porsi mencapai 70%.

Sementara itu, sisa 30% dari total investasinya ditempatkan pada emas sebagai aset yang dinilai lebih stabil dan konservatif.

Lukas menegaskan bahwa dalam memilih saham, ia tidak mengambil langkah yang terlalu agresif.

Ia lebih memprioritaskan emiten yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang yang terukur.

“Kalau yang kita lihat jangka panjang itu masih akan punya fundamental yang bagus, tentu kita tidak jual juga,” tegasnya.

Terkait manajemen risiko, ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengambil keputusan.

Lukas tidak ragu untuk melakukan take profit saat harga saham naik, namun ia juga tetap berani melakukan cut loss apabila kondisi pasar menuntut demikian.

“Kalau lagi take profit ya untung, kalau lagi rugi ya kita harus berani juga cut loss,” jelasnya.

Emas sendiri tetap dipertahankan sebagai bagian dari strategi karena karakteristiknya yang dikenal aman sejak lama.

Menurutnya, emas merupakan instrumen klasik yang mampu menjaga stabilitas portofolionya di saat pasar saham sedang mengalami koreksi.

“Kalau emas, ya itu kan investasi yang konservatif menurut saya. Ya, itu memang dari dulu juga kita sudah ikuti,” ungkapnya.

Lukas, yang memiliki latar belakang pendidikan Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung, mengaku tengah membuka diri untuk mempelajari instrumen lain di masa depan.

Namun, ia memilih untuk tidak terburu-buru dan akan mendalami instrumen baru tersebut terlebih dahulu saat memiliki waktu luang.

Baginya, kunci utama dalam berinvestasi bukanlah mengejar keuntungan instan, melainkan konsistensi dan pemahaman yang mendalam.

“Mindset saya adalah jangan berpikir cepat untungnya dulu. Yang penting konsisten dan jalani terus,” tuturnya.

Ia pun menyoroti pentingnya literasi bagi para investor muda yang cenderung lebih berani mengambil risiko.

Lukas menyarankan agar keberanian generasi muda tetap diimbangi dengan analisis risiko yang matang agar tidak terjebak dalam kerugian besar.

“Keberanian mereka digabungkan dengan, misalnya, kami yang sudah pada tua ini, anak-anak muda juga harus memperhatikan risiko,” pungkasnya.

Pria yang telah berkarier hampir tiga dekade di industri tekstil ini menilai bahwa ketersediaan informasi saat ini sangat membantu investor dalam meminimalkan potensi kerugian.

“Saya justru mindset yang saya coba tanamkan, pelajari, kemudian ikuti. Tentu informasi-informasi yang ada ini membantu kita untuk meminimalkan risiko,” ujarnya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar