Batavia Luncurkan Reksadana Saham Berbasis Emas, AUM Tembus US$ 10 Juta

Kholida Rahman

Batavia Luncurkan Reksadana Saham Berbasis Emas, AUM Tembus US$ 10 Juta

Jakarta – PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen resmi memperluas jangkauan instrumen investasinya melalui peluncuran reksadana syariah berdenominasi dolar AS, yakni Batavia Gold Sharia Equity USD (BAGOS).

Produk ini dirancang untuk membidik sektor pertambangan global dengan fokus utama pada industri emas sebagai aset dasar (underlying asset).

Strategi investasi BAGOS juga membuka ruang diversifikasi pada perusahaan yang bergerak di industri logam lainnya.

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi, mengungkapkan bahwa peluncuran produk ini didorong oleh tingginya permintaan emas secara global.

Fenomena pembelian emas yang konsisten oleh berbagai bank sentral dunia menjadi katalis utama dalam penguatan sektor tersebut.

Sejak diluncurkan pada 10 September 2026, produk ini telah menunjukkan performa pendanaan yang cukup impresif di pasar modal.

Data menunjukkan bahwa total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) BAGOS telah menembus angka US$ 10 juta.

“Untuk target peluncuran sendiri, pada peluncuran kemarin kami target (AUM) di atas US$ 10 juta di day one. Dan telah terkumpul lebih dari US$ 10 juta di day one itu,” ujar Eri saat ditemui di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Optimisme perusahaan terhadap produk ini tidak berhenti pada angka pencapaian awal tersebut.

Eri menargetkan pertumbuhan dana kelolaan BAGOS dapat meningkat hingga dua kali lipat dari posisi saat peluncuran sebelum memasuki akhir tahun 2026.

Meskipun pasar saham offshore saat ini banyak didominasi oleh sentimen sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Batavia tetap melihat potensi besar pada emas.

Eri menekankan bahwa emas memiliki karakteristik sebagai aset lindung nilai (hedging asset) yang memberikan stabilitas lebih baik dibandingkan sektor teknologi.

Selain itu, pergerakan harga emas dinilai tidak memiliki korelasi kuat dengan fluktuasi pasar saham secara umum.

Kondisi ini memberikan keuntungan bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio guna memitigasi volatilitas pasar.

Kemitraan strategis juga dijalin dengan Bank DBS Indonesia sebagai salah satu pihak penyalur resmi produk reksadana tersebut.

Kehadiran BAGOS dianggap sebagai solusi bagi nasabah segmen High-Net-Worth Individual (HNWI) yang membutuhkan alternatif investasi dolar AS.

Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry, menyatakan bahwa produk ini melengkapi kebutuhan nasabah yang telah memiliki aset dalam denominasi dolar AS.

“Karena kita belum ada reksadana yang basisnya gold. Jadi, ini merupakan salah satu peluang supaya kita punya range of product investment yang memang cocok dengan customer kita punya risiko,” jelas Boy.

Langkah strategis ini mencerminkan upaya manajer investasi dalam merespons dinamika pasar global yang terus berubah.

Dengan memanfaatkan tren permintaan emas, Batavia Prosperindo Aset Manajemen berupaya memberikan nilai tambah bagi investor yang mencari instrumen dengan risiko terukur.

Hingga saat ini, produk tersebut masih menjadi salah satu instrumen yang dipantau ketat oleh pelaku pasar di tengah fluktuasi ekonomi global yang masih berlangsung sepanjang tahun 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar