Jakarta – Empat emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi didepak dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) per Juni 2026. Langkah tegas penyedia indeks global ini memicu aksi jual investor asing yang sempat menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menanggapi hal tersebut, Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa keluarnya saham-saham tersebut merupakan konsekuensi logis dari upaya reformasi pasar modal yang tengah digencarkan oleh otoritas bursa.
“Kita pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (25/5).
Jeffrey optimistis bahwa kebijakan yang diambil saat ini akan memberikan dampak positif bagi iklim investasi di Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang. Ia pun mengimbau para investor untuk tetap tenang dan fokus pada fundamental pasar.
“Untuk jangka pendek mungkin iya (berdampak). Tetapi apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan jangka panjang. Jadi, investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang tentu akan melihat ini sebagai sesuatu yang positif,” tambahnya.
Berdasarkan laporan June 2026 Quarterly Review yang dirilis FTSE Russell, empat emiten yang dikeluarkan adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) karena masalah konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, serta PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) akibat minimnya free float.
Selain itu, dua emiten lainnya yakni PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) terdepak karena gagal memenuhi kriteria penyaringan pengawasan saham (failed surveillance stocks screen).
Meski keputusan ini dijadwalkan efektif berlaku setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026, FTSE Russell masih membuka ruang peninjauan kembali.
“Harap diperhatikan, perubahan hasil tinjauan indeks yang tercantum dalam file lampiran masih dapat mengalami revisi hingga penutupan perdagangan pada Jumat, 5 Juni 2026. Mulai Senin, 8 Juni 2026, perubahan hasil tinjauan indeks akan dianggap final,” tulis pengumuman resmi FTSE Russell.























