Jakarta – Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan lonjakan penjualan hampir 100 persen. Hyundai Motors Indonesia menilai, peningkatan ini menandakan kematangan pasar elektrifikasi di tanah air.
“Melihat data GAIKINDO per November 2025, pasar EV kita mengalami lonjakan hingga hampir 100 persen secara year-on-year. Ini membuktikan volume pasar sudah terbentuk,” ujar Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto.
Meski begitu, pertumbuhan ini belum merata. Fransiscus menjelaskan, segmen entry-level yang sensitif terhadap harga masih menjadi kontributor utama.
Persaingan yang semakin ketat di pasar EV nasional dilihat sebagai validasi kematangan elektrifikasi. Konsumen pun mulai terbagi antara yang mencari harga terjangkau dan yang mengutamakan kualitas serta ketenangan jangka panjang.
Di tengah dinamika pasar, Hyundai mencatat penjualan stabil untuk model IONIQ 5 dan All New KONA Electric, terutama varian tertinggi Signature Extended. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas, keamanan baterai, dan layanan purna jual tetap menjadi pertimbangan penting bagi konsumen.
Fransiscus menekankan bahwa harga bukan satu-satunya faktor penentu daya saing. Kepercayaan konsumen dan pengalaman kepemilikan yang berkelanjutan menjadi kunci utama.
Hyundai sendiri berfokus pada pengembangan ekosistem EV terintegrasi dari hulu ke hilir. Ini mencakup layanan purna jual, teknisi bersertifikasi global, dan dukungan seperti Emergency Mobile Charging.
Perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini juga mengapresiasi insentif pemerintah sebagai katalis awal. Namun, penguatan struktur industri tetap dibutuhkan untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Investasi Hyundai dalam pembangunan pabrik sistem dan sel baterai di Indonesia merupakan wujud komitmen untuk memperkuat ekosistem dan kapasitas industri dalam negeri.
Terkait penyesuaian kebijakan insentif, Fransiscus menilai Hyundai relatif lebih kuat karena tingkat TKDN yang tinggi, seperti pada All New KONA Electric. Hal ini memberikan kendali lebih baik terhadap rantai pasok dan struktur biaya.

























