Strategi Astra Memperkuat Daya Saing Menghadapi Serbuan Mobil Listrik Cina

persen

Jakarta – PT Astra International Tbk. menyiapkan strategi multi-pathway untuk mempertahankan pangsa pasar otomotif nasional di tengah maraknya serbuan kendaraan listrik asal Cina. Langkah ini diambil perusahaan agar tetap bisa menguasai sekitar 50 persen pangsa pasar di Indonesia dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen yang beragam.

Direktur PT Astra International Tbk. Gidion Hasan menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada kendaraan listrik, tetapi tetap menjaga keseimbangan antara kendaraan berbasis mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE), kendaraan hibrida, hingga kendaraan listrik murni. Strategi ini dinilai krusial mengingat mesin konvensional masih mendominasi pasar domestik sebesar 85 persen.

Dominasi ICE tersebut didorong oleh pertimbangan kesiapan infrastruktur dan utilitas masyarakat di berbagai daerah. Selain terus meluncurkan produk terbaru, Astra akan mengoptimalkan ekosistem industri otomotif yang sudah mereka bangun, mulai dari sektor pembiayaan, jaringan diler, layanan purna jual, hingga bisnis mobil bekas untuk kebutuhan tukar tambah.

Presiden Direktur Astra, Rudy, menambahkan bahwa pendekatan multi-pathway ini dilakukan karena adanya perbedaan kebutuhan di setiap segmen. Meski adopsi kendaraan listrik di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung meningkat pesat karena infrastruktur yang memadai, Astra tetap menyediakan pilihan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) bagi konsumen di kawasan semi-urban yang mengutamakan aspek fungsional dan keterjangkauan.

Astra saat ini memegang lisensi perakitan dan distribusi sejumlah merek ternama, seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Lexus, UD Trucks, hingga sepeda motor Honda. Perusahaan juga didukung oleh ekosistem anak usaha yang solid, termasuk Astra Otoparts, Astra World, Sera, Moda, dan OLXmobbi.

Langkah ini menjadi respons Astra dalam menghadapi persaingan ketat dengan berbagai merek kendaraan listrik global yang mulai masif merambah pasar Indonesia, seperti BYD, Geely, Xpeng, Wuling, Chery, BAIC, MG, Jetour, DFSK, VinFast, serta Hyundai.

Rekomendasi