Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat sepanjang perdagangan pekan ini dengan mencatatkan koreksi tajam sebesar 8,35 persen. Penurunan tersebut membuat posisi indeks terperosok ke level 6.162,045 dari 6.723,320 pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa pelemahan IHSG sepanjang periode 18-22 Mei 2026 turut berdampak pada tergerusnya nilai kapitalisasi pasar secara signifikan.
Nilai kapitalisasi pasar BEI saat ini tercatat sebesar Rp10.635 triliun. Angka tersebut menyusut Rp1.190 triliun atau sekitar 10,07 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp11.825 triliun.
Di sisi lain, aktivitas transaksi harian menunjukkan hasil yang variatif. Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 6,5 persen menjadi 2,37 juta kali dari sebelumnya 2,53 juta kali transaksi.
Sebaliknya, rata-rata nilai transaksi harian justru mencatatkan kenaikan sebesar 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun, dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level Rp18,82 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga tumbuh 2,53 persen menjadi 36,67 miliar lembar saham dari 35,76 miliar lembar saham.
Aksi jual oleh investor asing menjadi salah satu sorotan utama. Pada penutupan perdagangan Jumat (22/5), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp309,52 miliar.
Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih sebesar Rp41,63 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan nilai jual bersih pada pekan sebelumnya yang berada di angka Rp37,61 triliun.





















