Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pengumuman pembentukan BUMN khusus ekspor komoditas strategis, PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Purbaya menilai koreksi pasar tersebut terjadi akibat ketidakpastian investor yang belum memahami dampak positif jangka panjang dari kebijakan tersebut.
“Mungkin pelaku pasar belum menangkap dampak sebenarnya. Saat ada ketidakpastian, biasanya investor cenderung menjual aset terlebih dahulu. Namun, ketika mereka memahami manfaatnya terhadap kinerja perusahaan, harga saham diyakini akan kembali menguat,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5).
Purbaya menjelaskan, kehadiran BUMN ekspor ini bertujuan menutup celah praktik under-invoicing dalam aktivitas ekspor komoditas. Selama ini, sebagian potensi keuntungan emiten kerap tidak tercermin sepenuhnya dalam laporan keuangan karena adanya transaksi yang tidak transparan.
Dengan adanya badan ekspor baru, seluruh transaksi akan tercatat lebih transparan sehingga keuntungan perusahaan dapat meningkat secara resmi. Hal ini nantinya akan berdampak langsung pada valuasi emiten di pasar modal.
“Keuntungan perusahaan akan tercermin lebih nyata. Jika semua tercatat dengan baik, perusahaan yang melantai di bursa akan mendapatkan keuntungan ganda,” tambahnya.
Purbaya optimistis langkah pemerintah ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham dalam jangka menengah hingga panjang. Perbaikan tata kelola ekspor diproyeksikan mampu meningkatkan kredibilitas dan profitabilitas perusahaan di sektor sumber daya alam, yang pada akhirnya mendorong kenaikan valuasi secara signifikan.
Sebelumnya, IHSG sempat melemah 2,25 persen ke level 6.227,41 pada Rabu (20/5) tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan badan tersebut. Padahal, indeks sempat menguat lebih dari 1 persen sebelum pengumuman disampaikan. Data menunjukkan sebanyak 548 saham melemah, sementara 135 saham menguat dan 127 lainnya stagnan. Sepanjang 2026, IHSG tercatat telah melemah hingga 27,64 persen.



















